Pemerintah Akan Bantu Petani Ijen Rp3M

BeritaNasional.ID, BONDOWOSO JATIM – Tahun depan, Pemerintah akan bantu petani Ijen Rp3M melalui pupuk bersubsidi. Informasi ini disampaikan Ketua DPRD, H. Ahmad Dhafir usai menyaksikan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di pendopo Kecamatan Ijen.
“Pada masa Bupati H. Amin Said, petani Ijen masih dapat bantuan pupuk subsidi, kemudian pada tahun 2020 hingga sekarang, tidak. Maka masa pemerintahan Bupati Abdul Hamid Wahid-As’ad Syafi’I Yahya akan diupayakan mendapatkan pupuk subsidi lagi,” kata Dhafir, sapaannya.
Untuk bisa mendapatkan bantuan pupuk subsidi, lanjutnya, legalitas petani harus jelas. Maka dari itu, Pemkab Bondowoso bekerjasama dengan Perhutani untuk melegalkan petani Ijen, yaitu melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS).
Lahan yang disiapkan Perhutani untuk PKS seluas 5 ribu hektar. Setiap hektar disubsidi Rp600 ribu lebih. Kalau dikalikan, sama dengan Rp3M lebih. Sebab 1kw pupuk harganya Rp690 ribu, petani hanya bayar Rp90 ribu.
Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP), Mulyadi mengatakan, setelah PKS ditandatangani oleh kedua belah pihak, Perhutani dan Petani, akan dilanjutkan dengan pembentukan Kelompok tani (Poktan).
“Kalau Poktan sudah terbentuk akan dibuat E-RDKK (Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok). Dari E-RDKK akan diketahui berapa luas lahan yang digarap oleh petani,” kata Mul, sapaannya.
E-RDKK ini, lanjutnya, yang dijadikan dasar oleh Pemkab Bondowoso untuk mengajukan pupuk bersubsidi pada pemerintah pusat untuk petani Ijen. Jadi bisa dibilang, PKS merupakan pintu masuk mendapatkan bantuan pupuk subsidi.
Menanggapi penandatanganan PKS ini, Bupati Bondowoso, KH. Abdul Hamid Wahid sangat mendukungnya. Sebab ketahanan pangan merupakan salah satu Program Strategi Nasional (PSN) Presiden Prabowo.
“Ada 3 PSN di Ijen, yaitu Geothermal, Pertanian, dan Unesco Global Geopark. Pemkab Bondowoso mendukung seluruh PSN untuk meningkatkan keesejahteraan warga Bondowoso,” jelasnya. (Bernas/Syamsul Arifin)



