Jawa TimurProbolinggo

Pemkot Probolinggo Gelar Cek Kesehatan Gratis ASN, Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular

BeritaNasional.ID, PROBOLINGGO JATIM– Pemerintah Kota Probolinggo melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) menggelar Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Kegiatan ini berlangsung di GOR Mastrip dan dimulai sejak Senin (2/2).

Program CKG ini bertujuan untuk mendeteksi dini penyakit tidak menular (PTM) sekaligus meningkatkan kesadaran pola hidup sehat di lingkungan kerja Pemerintah Kota Probolinggo. Beragam layanan pemeriksaan kesehatan diberikan secara gratis, mulai dari pengukuran tinggi dan berat badan, tekanan darah, pemeriksaan kadar gula darah dan kolesterol, hingga tes spirometri untuk mendeteksi gangguan sistem pernapasan.

Selain pemeriksaan, para peserta juga mendapatkan edukasi kesehatan terkait pentingnya olahraga rutin, penerapan pola makan seimbang, serta upaya pencegahan penyakit tidak menular yang kerap muncul pada usia produktif.

Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan (PSDK) Dinkes P2KB Kota Probolinggo, dr. Dara Kharisma, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya membangun budaya sadar kesehatan di kalangan ASN sekaligus mendeteksi lebih awal faktor risiko penyakit tidak menular.

“Sebagai pelayan masyarakat, ASN diharapkan memiliki kondisi tubuh yang sehat dan prima agar dapat memberikan pelayanan yang optimal,” ujarnya.

Ia menambahkan, program CKG sejatinya tidak hanya diperuntukkan bagi ASN, tetapi juga terbuka untuk seluruh masyarakat sebagai bagian dari dukungan terhadap program prioritas Presiden Republik Indonesia yang telah berjalan sejak 2025 dan menjadi target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

“Secara analisis, penyakit metabolik terus berkembang. Berdasarkan data tahun lalu, penyakit kronis menempati urutan pertama. Oleh karena itu, ASN menjadi kelompok awal yang kami sisir,” jelas dr. Dara.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa target cakupan CKG di Kota Probolinggo mengalami peningkatan signifikan. Jika pada 2025 targetnya hanya 35 persen dari total penduduk, maka pada 2026 meningkat menjadi 46 persen.

Melalui pemeriksaan kesehatan berkala ini, Dinkes P2KB berharap kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan semakin meningkat sekaligus menjadi langkah preventif dalam mendeteksi potensi gangguan kesehatan yang dapat memengaruhi kinerja pegawai.

“Nantinya kami akan melakukan pemetaan risiko kesehatan di setiap perangkat daerah, kemudian menyusun tindak lanjutnya, apakah berupa edukasi lanjutan, rujukan, atau pemetaan risiko. Seluruh hasilnya akan kami laporkan kepada Bapak Wali Kota,” tuturnya.

Dinkes P2KB Kota Probolinggo juga menegaskan komitmennya untuk terus memperluas layanan promotif dan preventif demi mewujudkan masyarakat yang sehat dan produktif. Masyarakat pun diimbau untuk memanfaatkan layanan CKG di puskesmas sesuai domisili.

“Jangan menunggu sakit baru memeriksakan diri. Harapannya, masyarakat lebih waspada terhadap indikator kesehatan tubuh sebelum sakit,” pungkasnya.

Kegiatan CKG ini mendapat sambutan antusias dari para ASN. Sejak pagi, GOR Mastrip telah dipadati peserta pemeriksaan. Untuk mendukung kegiatan tersebut, Dinkes P2KB menerjunkan tenaga kesehatan dari enam puskesmas di Kota Probolinggo. Program CKG ini dijadwalkan berlangsung hingga 12 Februari mendatang.

 

(Yuli/Bernas)

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button