Daerah

Perapian Terhembus Angin, Satu Kandang Sapi Milik Warga Tinggal Puing

BeritaNasional.ID, NGANJUK – Ini peringatan kepada para pemilik kandang sapi agar lebih waspada dan berhati-hati memberikan keamanan bagi hewan piaraannya. Satu contoh, akibat kelalaian sang pemilik yang bernama Matno (60), warga Dusun Jeruk Wangi RT 05 RW 02, Desa Banjardowo, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk, terjadilah kebakaran dan menghanguskan kandang sapinya, Selasa (8/9/2020).

“Kejadiannya sekitar pukul 04.00 WIB. Kita mendapatkan informasi ada kebakaran kandang sapi di Desa Banjardowo Kecamatan Lengkong,” ujar Kasubaghumas Polres Nganjuk, Iptu Roni Yunimantara, dalam rilisnya.

Dijelaskan, begitu terjadi amuk si jago merah sekitar pukul 04.00 WIB, petugas PMK yang sebelumnya sudah dihubungi langsung tiba di lokasi kandang sapi yang terbakar. Satuan ini menerjunkan beberapa anggotanya dengan dibantu warga setempat. Namun sayangnya kandang yang dilalap ‘rambut geni’ itu hanya menyisakan puing-puing bangunan saja.

“Sebelum kejadian, si pemilik membuat perapian dari diang di sekitar kandang. Tetapi kemudian perapiannya ditinggal pergi. Nah, mungkin karena hembusan angin, apinya membesar dan menyambar tumpukan jerami didekatnya lalu dengan cepat membakar kandang,” terang Iptu Roni Yunimantara.

Kedatangan petugas PMK tidak sia-sia. Sebelum berkobar terlalu besar, mereka  bisa memadamkan nyala api di kandang milik korban Matno. Sehingga kerugian yang lebih besar pun akhirnya bisa dihindari.

“Kami menghimbau kepada masyarakat agar lebih lebih berhati-hati. Juga jangan membakar sampah sembarangan,” serunya.

Ditambahkan Iptu Roni, beruntung rumah pemilik kandang tidak ikut terbakar. Padahal, lanjut dia, banyak warga setempat yang juga membuat perapian di sekitar kandang sapi milik mereka masing-masing.

“Itu kebiasaan masyarakat, banyak seperti itu. Membuat perapian itu alasannya untuk mengusir nyamuk dan ada pula yang memang hanya untuk membakar kotoran atau sampah yang ada dikandang sapi,” tandasnya. (Lindu Aji/Kres)

 

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close
Close