Percepat Pembangunan Pemkab Bondowoso Kerjasama dengan Situbondo dan Jember

BeritaNasional.ID, BONDOWOSO JATIM – Untuk mempercepat pembangunan, Pemkab Bondowoso melakukan MoU dengan dua Kabupaten tetangga, yaitu Kabupaten Bondowoso dan Jember.
Nota kesepahaman atau MoU tersebut akan focus pada kerjasama di bidang ekonomi dan pariwisata. Sebab dua insterumen tersebut cukup strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bondowoso.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bondowoso, Fathur Rozi, mengatakan bahwa penyusunan draf kerja sama antarwilayah ini telah memasuki tahap finalisasi. Detail drafnya sudah digodok dan saat ini ada di Kepala Bidang Pemerintahan.
“Targetnya percepatan pembangunan. Kerja sama ini merupakan bagian dari strategi Pemkab Bondowoso untuk tumbuh dan maju bersama dengan kabupaten tetangga. Terutama dalam pembangunan infrastruktur kawasan, peningkatan daya saing ekonomi, serta integrasi sektor layanan publik antarwilayah,” jelasnya.
Setelah draf kerja sama tiga kawasan rampung, Pemkab juga berencana memperluas skema kolaborasi ke sektor pariwisata. Salah satu yang sedang disiapkan adalah pengembangan kawasan wisata strategis seperti Kawah Ijen, yang selama ini menjadi ikon pariwisata Bondowoso dan Banyuwangi.
Kita, lanjutnya, akan bekerja sama lintas kabupaten dan kota, termasuk dengan daerah-daerah wisata seperti Bromo dan Bali. Pengembangan kawasan wisata harus dilakukan secara terintegrasi. Hal ini mencakup jalur wisata dari Bromo yang melibatkan wilayah Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, hingga Malang, dan konektivitasnya dengan Ijen serta Bali sebagai destinasi internasional.
Pemkab Bondowoso akan fokus terlebih dahulu untuk mengoptimalkan kerja sama tiga kawasan strategis yang lebih dekat secara geografis dan kultural, Situbondo, Banyuwangi, dan Jember. Itu prioritas awal.
“Kabupaten Banyuwangi menjadi salah satu daerah yang cukup sukses dalam pengelolaan pembangunan dan pariwisata. Hal ini bisa menjadi pembelajaran berharga bagi Bondowoso dalam mengejar ketertinggalan,” jelasnya.
Kita akui, lanjutnya, Banyuwangi jauh lebih maju. Maka dari itu kita harus banyak belajar dan menjalin kolaborasi. Tidak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri. Untuk mengejar ketertinggalan pembangunan, diperlukan semangat kebersamaan yang dibangun melalui sinergi antardaerah. (Syamsul Arifin/Bernas)



