Perkuat Nasionalisme, Rutan Kraksaan Gelar Upacara Peringatan Hari Bela Negara

BeritaNasional.ID, KRAKSAAN – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kraksaan menggelar upacara peringatan Hari Bela Negara dengan khidmat di lapangan internal rutan, Jumat (19/12). Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan serta menumbuhkan semangat nasionalisme di lingkungan pemasyarakatan.
Upacara dipimpin oleh jajaran struktural Rutan Kraksaan dan diikuti seluruh petugas, peserta magang, serta perwakilan warga binaan. Prosesi berlangsung tertib dan penuh khidmat, mencerminkan kedisiplinan yang menjadi salah satu fondasi pembinaan di dalam rutan.
Kepala Rutan Kelas IIB Kraksaan, Galih Setiyo Nugroho, menegaskan bahwa bela negara bukan semata kewajiban militer, melainkan tanggung jawab seluruh warga negara dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa melalui peran serta perilaku masing-masing.
“Peringatan Hari Bela Negara menjadi momentum penting untuk menumbuhkan semangat nasionalisme dan kedisiplinan, tidak hanya bagi petugas, tetapi juga bagi warga binaan. Mereka harus tetap merasa menjadi bagian dari bangsa ini dan memiliki tanggung jawab moral untuk berkontribusi secara positif,” ujar Galih.
Sementara itu, Kepala Sub Seksi Kepegawaian, M. Fathorrasi, menambahkan bahwa internalisasi nilai-nilai bela negara erat kaitannya dengan pembentukan integritas, loyalitas, dan profesionalisme aparatur pemasyarakatan. Menurutnya, nilai tersebut harus diwujudkan dalam pelaksanaan tugas maupun kehidupan bermasyarakat.
Melalui peringatan ini, pihak Rutan Kraksaan berharap warga binaan dapat terinspirasi untuk melakukan perubahan dan transformasi diri, mulai dari meningkatkan kesadaran hukum, memperbaiki perilaku menjadi lebih disiplin dan bertanggung jawab, hingga mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat sebagai warga negara yang produktif.
Dengan semangat Hari Bela Negara, Rutan Kraksaan berkomitmen terus memperkuat rasa cinta tanah air, persatuan, dan integritas di lingkungan pemasyarakatan sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembinaan yang humanis dan berkelanjutan.
(Yul/Bernas)



