Politik

Perlu Ada Komitmen Parpol Antisipasi Politik Uang Dan Kampanye Hitam

image_pdf

BeritaNasional.ID Tangerang – Pileg dan Pilpres serentak 2019 akan berlangsung dua bulan mendatang. Sejumlah potensi pelanggaran pemilu diprediksi bakal terjadi di menit – menit akhir menuju Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada 17 April 2019.

Salah satunya adalah Black Campaign atau kampanye hitam dan politik uang ( money politic ). Untuk menghadapi dua hal tersebut Pengurus partai politik peserta pemilu diminta berkomitmen untuk tidak melakukan kampanye hitam atau black campaign dan ujaran kebencian baik itu secara langsung maupun lewat media sosial

“Potensi konflik semakin potensial terjadi, terutama yang berkaitan dengan kampanye hitam dan negatif campaign. Itu untuk saling melemahkan dan menggiring sikap pemilih,” kata Anggota DPR RI Hartanto Edhie Wibowo saat membuka acara sosialisasi empat pilar kebangsaan di depan tokoh dan ratusan masyarakat Pedurenan Parung Serab Kota Tangerang, (1/2/2019).

Selain potensi terjadinya kampanye hitam atau kampanye negatif jelang hari pencoblosan, tindak money politic juga diperkirakan bakal terjadi saat menit – menit akhir.

“Itu potensial dilakukan, mungkin secara tidak langsung dilakukan oleh kandidat. Mungkin melakui simpul – simpul kandidat money politik dilakukan. Dan bukan hanya di Banten tapi di provinsi lain money politik sangat mungkin dilakukan,” jelasnya.

Menurutnya, jika dua hal tersebut tak bisa dicegah oleh Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) maka potensi konflik sangat bisa terjadi.

“Pengawasan yang lemah juga bisa memicu konflik. Apalagi salah satu sengketa pemilu itu selalu ada mengenai money politik. Saya kira partisipasi masyarakat harus lebih dimaksimalkan,” tegasnya

Hartanto juga meminta pemerintah dan aparat penegak hukum bersikap netral dalam menyikapi masalah ini, karena kebebasan berpendapat diatur dalam Undang-Undang. Ia juga menyayangkan jika perdebatan di medsos yang di implementasikan dalam kegiatan nyata, membuat beberapa pihak menjadi terpecah belah.

“Silakan saja berekspresi, tapi kedepankan persatuan dan kesatuan,” kata Hartanto Edhie Wibowo, Senin Januari 2019.

Politisi Partai Demokrat ini menuturkan, selama ini Partainya telah membangun demokrasi yang damai untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Dia juga menuturkan, pihaknya merangkul seluruh elemen masyarakat yang ingin tetap demokrasi berjalan baik.
Menurut caleg DPR RI Dapil Banten 3 pada pileg 2019 ini, setiap acara sosialisasi empat pilar kebangsaan, dirinya selalu membuat kegiatan terbuka, dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Kita ingin kembalikan ke demokrasi yang baik, bukan malah ajang fitnah, apalagi SARA.

“Ini berbahaya dalam konteks demokrasi karena demokrasi menyediakan ruang kita berbeda,. tapi ketika masuk pusaran konflik, ini akan jadi bola liar bagi demokrasi dan menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat,” tutup Hartanto. (daff/dki)

Show More

Related Articles

Back to top button
Close