Pimpin Apel Perdana, Rektor Undana Prof. Jefri Bale Ajak Sivitas Tinggalkan Narasi Perpecahan di Kampus

BeritaNasional.ID, KUPANG – Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Jefri S. Bale, memimpin langsung apel pagi perdananya di tingkat universitas yang digelar di Halaman Rektorat Undana, Senin, 15 Desember 2025.
Apel tersebut dihadiri oleh seluruh unsur pimpinan universitas, dosen, serta tenaga kependidikan (tendik), dan menjadi momentum awal bagi kepemimpinan Prof. Jefri untuk menegaskan arah serta nilai-nilai yang akan diusung dalam membangun Undana ke depan.
Dalam amanatnya, Prof. Jefri menekankan pentingnya kebersamaan dan kesetaraan peran antara dosen dan tenaga kependidikan dalam menjalankan Tri Dharma perguruan tinggi serta pelayanan administrasi.
Menurutnya, kedua unsur tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam menggerakkan roda organisasi universitas.
Ia menegaskan bahwa Undana harus dipandang sebagai rumah bersama yang dibangun melalui kolaborasi dan rasa saling menghargai.
“Tidak ada dosen tanpa tenaga kependidikan, dan tidak ada tenaga kependidikan tanpa dosen. Kita semua sama penting dalam membangun dan melayani Undana sebagai rumah bersama,” tegas Prof. Jefri.
Rektor Undana yang baru dilantik ini juga mengajak seluruh sivitas akademika untuk meninggalkan narasi-narasi yang berpotensi menimbulkan jarak, perbandingan, maupun kecemburuan di lingkungan kerja.
Isu-isu terkait peran, kesejahteraan, penugasan, hingga keterlibatan dalam kepanitiaan, menurutnya, harus disikapi secara dewasa dan proporsional demi menjaga harmoni organisasi.
Ia mengingatkan bahwa perjalanan Undana selama 63 tahun tidak terlepas dari kekuatan kolaborasi dan rasa memiliki yang telah terbangun secara kolektif.
“Perbedaan jangan kita jadikan permusuhan. Kekecewaan jangan berubah menjadi amarah, karena hal seperti itu justru dapat meruntuhkan apa yang sudah dibangun,” ujarnya.
Menanggapi isu mutasi dan penugasan tambahan, Prof. Jefri menegaskan bahwa setiap kepercayaan yang diberikan kepada individu harus dipandang sebagai kesempatan untuk meningkatkan kapasitas diri dan profesionalisme, bukan sebagai sumber kecemburuan.
Ia menjelaskan bahwa mutasi merupakan bagian dari dinamika organisasi yang dilaksanakan secara adil, berdasarkan analisis jabatan dan kompetensi, dengan tujuan meningkatkan efektivitas dan kinerja institusi.
Selain itu, Rektor Undana juga menyoroti pentingnya menjaga relasi kerja yang sehat antara dosen senior dan dosen junior.
Ia meminta agar pengelompokan tersebut dimaknai sebagai ruang pembinaan, transfer pengetahuan, dan saling mendukung, bukan sebagai pembeda yang berpotensi merusak modal sosial organisasi dan memecah kebersamaan sivitas akademika.
Untuk menciptakan iklim kerja yang kondusif dan partisipatif, Prof. Jefri mewajibkan seluruh pimpinan di setiap tingkatan, mulai dari koordinator program studi, ketua jurusan, hingga pimpinan universitas, untuk membangun komunikasi yang dialogis dan terbuka.
Ia menegaskan bahwa komunikasi satu arah harus dihindari dan memastikan bahwa pintu Rektorat selalu terbuka bagi masukan serta kritik yang bersifat konstruktif.
Menutup arahannya, Prof. Jefri mengingatkan seluruh sivitas akademika untuk menuntaskan berbagai pekerjaan dan kewajiban institusional menjelang akhir tahun 2025, sembari membuka ruang komunikasi seluas-luasnya sebagai bagian dari upaya perbaikan dan penguatan Undana secara berkelanjutan.*
Alberto/Bernas



