kupang

Dukung Asta Cita Presiden, Undana Perkuat Pembangunan dari Desa di NTT

BeritaNasional.ID, KUPANG – Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali menunjukkan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai motor penggerak pembangunan strategis di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Melalui berbagai kegiatan riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat, Undana terlibat aktif dalam mendukung program prioritas pemerintah di berbagai sektor vital yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Di bidang ketahanan pangan, Undana terus mendorong terobosan berbasis riset lintas fakultas, khususnya di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan. Berbagai penelitian diarahkan untuk menjawab tantangan perubahan iklim dan karakter lahan kering ekstrem yang menjadi ciri wilayah NTT.

Para peneliti Undana mengembangkan pemanfaatan varietas unggul lokal yang adaptif, teknologi pakan ternak ramah lingkungan, serta sistem manajemen air yang efisien.

Upaya tersebut tidak berhenti pada ruang laboratorium, tetapi diimplementasikan langsung di lapangan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat.

Salah satu bentuk nyata dari implementasi tersebut adalah Program Pengabdian kepada Masyarakat berbasis teknologi hijau yang berfokus pada pengelolaan sampah organik melalui budidaya maggot.

Kegiatan ini dilaksanakan pada 28 Oktober dan 12 November 2025 di Tempat Penampungan Sementara 3R Bakau Sejahtera, Oesapa Barat. Program ini tidak hanya memberikan solusi terhadap persoalan sampah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru sekaligus mendukung penyediaan pakan ternak berkelanjutan.

Pendampingan Undana terhadap kelompok tani di berbagai wilayah NTT juga menjadi bagian penting dalam penguatan ketahanan pangan.

Di Desa Baumata, Kabupaten Kupang, Undana mendampingi Kelompok Tani Fenun dalam budidaya kacang bintang sebagai komoditas pangan lokal bernilai ekonomi.

Sementara itu, di wilayah Oeltua, petani didorong untuk memanfaatkan lahan kering melalui penerapan teknologi irigasi tetes otomatis.

Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketersediaan pangan rumah tangga.

Di sektor energi, Undana semakin mempertegas perannya sebagai pusat pengembangan energi baru dan terbarukan di kawasan timur Indonesia.

Dukungan dari Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian ESDM menjadi langkah awal bagi Undana untuk membuka Program Studi Teknik Geologi atau Teknik Panas Bumi.

Inisiatif ini diarahkan untuk menyiapkan sumber daya manusia lokal yang kompeten dalam mengelola potensi panas bumi NTT, yang mencapai sekitar 741,5 megawatt dan tersebar di sejumlah wilayah Pulau Flores, termasuk Pocoleok dan Mataloko.

Selain pengembangan panas bumi, Undana juga mendorong pemanfaatan energi surya, bioenergi, dan mikrohidro melalui riset terapan dan alih teknologi.

Salah satu wujud konkret dari upaya tersebut adalah penerapan sistem distribusi air bersih berbasis pompa tenaga surya di Dusun Niskolen, Desa Tuapanaf, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang.

Melalui Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat, warga yang sebelumnya harus menimba air menggunakan katrol dan ember kini dapat menikmati akses air bersih yang lebih mudah dan berkelanjutan untuk kebutuhan rumah tangga.

Perhatian besar Undana terhadap isu kesehatan masyarakat, khususnya pencegahan stunting, juga menjadi bagian tak terpisahkan dari kontribusi strategis kampus ini.

Melalui kolaborasi lintas fakultas, mulai dari Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Pertanian, hingga Fakultas Peternakan, Undana menggabungkan pendekatan ilmiah dengan intervensi langsung di lapangan.

Penelitian gizi, edukasi kesehatan ibu dan anak, pemanfaatan pangan lokal bergizi, serta pembentukan kader kesehatan desa terus dilakukan secara berkelanjutan.

Kegiatan pengabdian terkait pencegahan stunting antara lain dilaksanakan di Desa Keoen, Kabupaten Rote Ndao, pada 24 Mei 2025.

Dalam kegiatan tersebut, tim pengabdian Undana memberikan edukasi mengenai peran keluarga dalam pencegahan stunting, penyuluhan perilaku hidup bersih dan sehat, pemberdayaan masyarakat berbasis mitigasi lingkungan, serta diskusi interaktif terkait isu kesehatan masyarakat.

Pendekatan ini dinilai efektif karena menyentuh langsung rumah tangga berisiko.

Selain intervensi kesehatan, Undana juga berkontribusi melalui riset pemuliaan tanaman pangan lokal.

Sejak 2021, tim peneliti Undana mengembangkan varietas unggul kacang hijau melalui penyilangan kacang hijau hitam dengan varietas lokal Fero Belu.

Penelitian ini telah mencapai generasi ketujuh dan ditargetkan hingga generasi kesepuluh sebelum diusulkan sebagai varietas unggul baru.

Dengan dukungan pendanaan LPDP sejak 2023, riset ini dinilai memiliki kebaruan tinggi, terutama dalam eksplorasi kandungan antosianin yang berpotensi mendukung perbaikan gizi masyarakat.

Peran Undana dalam penguatan ekonomi desa juga tercermin dalam keterlibatannya pada program One Village One Product.

Sebagai mitra strategis desa dan UMKM di NTT, Undana memberikan pendampingan intensif dalam pengembangan produk unggulan lokal.

Melalui kolaborasi lintas fakultas, masyarakat dibantu meningkatkan kualitas produksi, pengolahan hasil, desain kemasan, hingga strategi branding dan pemasaran digital.

Produk-produk lokal seperti kopi, rumput laut, tenun ikat, garam, dan hasil peternakan kini memiliki nilai tambah lebih tinggi dan mulai mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Seluruh kontribusi tersebut menegaskan posisi Undana sebagai perguruan tinggi yang aktif mendukung agenda pembangunan nasional dan daerah.

Berbagai program yang dijalankan sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia periode 2024–2029, Probowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, khususnya dalam mendorong kemandirian pangan dan energi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembangunan dari desa, serta pengentasan kemiskinan.

Sinergi ini juga sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur di bawah kepemimpinan Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena dan Wakil Gubernur Johni Asadoma.

Melalui riset yang relevan, penerapan teknologi tepat guna, serta pengabdian kepada masyarakat yang menyentuh langsung kebutuhan riil warga, Universitas Nusa Cendana terus membuktikan diri sebagai mitra strategis pemerintah dan masyarakat.

Kehadiran Undana di tengah-tengah masyarakat NTT tidak hanya melahirkan lulusan akademik, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi pembangunan daerah menuju NTT yang maju, mandiri, dan sejahtera.*

 

Alberto/Bernas

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button