Pionir Ekspor Rokok Madura Bidik Asia–Eropa, Mimpi Bangun Raksasa Industri dari Pamekasan

BeritaNasional.id, PAMEKASAN – Industri rokok Madura mencatat babak baru. Seorang pengusaha yang disebut sebagai pionir ekspor rokok asal Madura berhasil menembus pasar Asia hingga Eropa secara legal, sekaligus menjadi satu-satunya pelaku usaha rokok Madura yang konsisten menggarap ekspor lintas benua. Sabtu (38/2/2026).
Sosok tersebut diperkenalkan kepada salah satu pelaku usaha muda oleh pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai saat ia mengaku masih awam soal prosedur ekspor rokok. Dari pertemuan itu, terbuka jejaring baru yang kini berujung pada potensi kolaborasi bisnis skala internasional.
Pengusaha tersebut diketahui berasal dari Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, menikah dengan warga Sumenep, dan kini bermukim di Pamekasan. Fasilitas produksinya tersebar di dua kabupaten, yakni Sumenep dan Pamekasan—dua sentra industri rokok di Pulau Madura.
Salah satu merek rokok yang telah beredar di pasar domestik sekaligus diekspor adalah Exodus. Produk ini disebut telah masuk ke sejumlah negara di Asia dan Eropa, memperluas jejak rokok Madura yang selama ini lebih dikenal kuat di pasar lokal dan regional.
Dalam diskusi yang berlangsung hingga hampir tengah malam di kediamannya di Pamekasan, sang pionir berbagi wawasan mulai dari pemilihan tembakau, racikan saus rokok, manajemen pabrik, hingga tata kelola ekspor agar sesuai regulasi.
Ia menegaskan, meski Madura memiliki banyak pabrik rokok, tidak semuanya mampu menembus pasar nasional, apalagi ekspor. Tantangan utamanya bukan hanya kualitas produk, tetapi juga standar legalitas, konsistensi produksi, dan jaringan distribusi global.
Di sisi lain, rekan diskusinya menyampaikan ambisi besar: menjadi pengusaha rokok terbesar di Asia, bukan sekadar di Indonesia. Ambisi itu diperkuat dengan klaim telah memiliki jaringan pasar rokok yang eksis di sembilan negara Asia.
Pernyataan tersebut disebut membuat sang pionir terkejut, sekaligus membuka ruang negosiasi. Dari pertemuan itu, keduanya sepakat menjajaki kerja sama bisnis (dealing usaha) untuk memperkuat penetrasi pasar internasional.
Diskusi yang berakhir pukul 23.55 WIB itu menjadi penanda awal kolaborasi dua jejaring berbeda: pengalaman ekspor legal dari Madura dan jaringan distribusi lintas negara di Asia.
Meski enggan namanya dipublikasikan, sang pionir diyakini menjadi figur kunci dalam upaya mengangkat rokok Madura ke panggung global. Jika strategi dan jaringan berjalan seiring, bukan tidak mungkin industri rokok dari Pulau Garam akan berbicara lebih lantang di pasar internasional.
Oleh : HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy



