Prof. Jefri Bale, Putra Kupang yang Kini Menakhodai Undana

BeritaNasional.ID, KUPANG — Sosok Prof. Jefri S. Bale, tengah menjadi perhatian publik akademik setelah resmi terpilih sebagai Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana) periode 2025–2029.
Dengan perolehan 58 suara dari total 92 suara dalam pemilihan yang berlangsung di Aula Lantai 3 Gedung Rektorat, Prof. Jefri memasuki panggung kepemimpinan Undana sebagai figur akademik yang dinilai mampu membawa kampus terbesar di NTT ini memasuki era baru transformasi dan modernisasi.
Kemenangan ini sejalan dengan rekam jejaknya yang kokoh sebagai seorang akademisi, peneliti, teknokrat, dan birokrat kampus.
Lahir di Kupang pada 21 April 1979, Prof. Jefri adalah putra daerah yang meniti perjalanan panjang hingga meraih gelar akademik tertinggi dan menduduki jabatan tertinggi di Undana.
Karier akademis Prof. Jefri Bale dimulai dari bangku kuliah di Universitas Trisakti, tempat ia menyelesaikan pendidikan sarjana Teknik Mesin pada tahun 2002.
Kecintaannya pada dunia ilmu rekayasa membawanya melanjutkan pendidikan magister di Universitas Gadjah Mada (UGM), salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia, hingga meraih gelar S2 pada tahun 2008.
Puncak perjalanan akademiknya terjadi pada 2015 ketika ia berhasil meraih gelar doktor melalui program bergengsi double degree en cotutelle dari Universitas Paris Nanterre, Prancis, dan Universitas Indonesia (UI).
Melalui program internasional tersebut, ia memperoleh pengalaman riset lintas negara dan keterlibatan dalam jejaring akademik global.
Tidak berhenti di situ, pada tahun 2024 ia menyelesaikan program profesi insinyur (Ir.) di Universitas Sebelas Maret (UNS), memperkuat kompetensinya sebagai seorang ahli teknik yang profesional.
Karier Akademik dan Kepemimpinan di Undana
Prof. Jefri mulai mengabdi sebagai Dosen PNS di Undana sejak tahun 2005. Sejak saat itu, ia menapak naik melalui beragam jabatan strategis.
Antara 2017 hingga 2021, ia dipercaya sebagai Ketua Program Studi Teknik Mesin di Fakultas Sains dan Teknologi (FST), posisi yang ia manfaatkan untuk memperkuat penyelenggaraan pendidikan dan pengembangan kurikulum berbasis riset.
Pada 2022, ia kemudian diamanahkan menjabat sebagai Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Undana.
Dalam jabatan inilah ia menunjukkan kapasitas visionernya lewat penyusunan berbagai program strategis yang memperkuat arah pembangunan kampus, tata kelola digital, serta kerja sama nasional dan internasional.
Kinerja ini menjadi salah satu faktor yang membuatnya disebut-sebut sebagai kandidat kuat dalam pemilihan rektor.
Selain mengajar, Prof. Jefri dikenal sebagai peneliti produktif dengan sejumlah publikasi di jurnal nasional maupun internasional, serta karya buku referensi yang digunakan dalam dunia akademik.
Kompetensinya di bidang energi, teknik mesin, dan manajemen sistem menjadikannya kerap dilibatkan dalam penyusunan kebijakan tingkat daerah dan institusi.
Ia pernah menjadi tim ahli penyusunan Dokumen Rencana Umum Energi Daerah (RUED) Provinsi NTT, yang menjadi pedoman strategis pembangunan sektor energi daerah.
Ia juga terlibat dalam penyusunan Sistem Penjaminan Mutu Undana serta menjadi ketua tim Reformasi Birokrasi Undana, dua komponen penting dalam memastikan kualitas tata kelola pendidikan tinggi.
Dengan latar belakang pendidikan internasional, pengalaman pengelolaan institusi, produktivitas akademik, dan pengabdian jangka panjang, Prof. Jefri dipandang sebagai pemimpin generasi baru yang memiliki pemahaman mendalam tentang dinamika pendidikan tinggi dan tantangan global.
Kepemimpinannya selama empat tahun ke depan menjadi harapan besar bagi civitas akademika Undana.
Di bawah arahannya, Undana diharapkan semakin siap menghadapi tuntutan era digital, memperkuat riset dan inovasi, memperluas jejaring kerja sama, dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
Prof. Jefri S. Bale bukan hanya seorang akademisi berprestasi, tetapi juga representasi generasi baru pemimpin daerah yang tumbuh dari tanah NTT dan kini diberi mandat untuk membawa Undana ke level yang lebih tinggi.
Kepemunculannya sebagai rektor baru menjadi tonggak penting dalam perjalanan Undana menuju kampus berdaya saing nasional dan internasional.*
Alberto/Bernas



