Prof. Maxs Sanam Diabadikan dalam Buku Nasional ‘100 Rektor Inspiratif Indonesia’

BeritaNasional.ID, KUPANG — Kiprah kepemimpinan Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Prof. Maxs U. E. Sanam, kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional.
Sosok akademisi visioner asal Nusa Tenggara Timur ini dinobatkan sebagai salah satu tokoh pendidikan tinggi paling inspiratif dan namanya diabadikan dalam buku bergengsi bertajuk “100 Rektor PTN/PTS Inspirasi Indonesia.”
Buku ini merupakan karya jurnalistik monumental yang mendokumentasikan perjalanan dan pemikiran para rektor Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di seluruh Indonesia.
Setiap tokoh yang terpilih dinilai telah memberikan kontribusi nyata dalam memajukan pendidikan, melahirkan inovasi, dan memperkuat peran perguruan tinggi sebagai lokomotif pembangunan bangsa.
Proses pemilihan tokoh dalam buku tersebut dilakukan melalui kurasi yang sangat ketat.
Beberapa indikator yang menjadi penilaian utama meliputi inovasi yang diterapkan untuk memajukan universitas, capaian akreditasi program studi dan institusi, hingga pengembangan sumber daya manusia baik dosen maupun mahasiswa.
Dalam berbagai aspek itu, nama Prof. Maxs Sanam muncul sebagai figur yang menonjol.
Di bawah kepemimpinannya, Undana mampu melakukan lompatan besar dari kampus regional menjadi universitas bereputasi nasional dengan capaian akreditasi dan inovasi yang mengesankan.
Puncak pencapaian gemilang Undana di bawah kepemimpinan Prof. Maxs ditandai dengan perolehan akreditasi institusi “Unggul” dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada 11 Februari 2025.
Capaian ini menjadikan Undana sebagai kampus pertama di Flobamorata yang berhasil menyandang status unggul tersebut, sebuah pencapaian yang menjadi tonggak sejarah baru bagi dunia pendidikan di NTT.
Tidak berhenti di situ, Undana kini memiliki 13 program studi berakreditasi unggul, empat program studi dengan akreditasi internasional ASIIN (Jerman), serta 36 dosen yang telah meraih jabatan guru besar selama masa kepemimpinannya.
Selain memperkuat mutu akademik, Prof. Maxs juga menata ulang arah riset universitas agar lebih produktif dan berdampak.
Fasilitas laboratorium dan pusat penelitian diperkuat, berbagai fakultas dan biro memperoleh sertifikasi ISO, dan kolaborasi dengan industri serta lembaga internasional semakin intensif.
Slogan “Undana Berdampak” yang diusung sejak awal masa jabatannya kini benar-benar menjelma menjadi realitas. Di tangan Prof. Maxs, Undana tidak sekadar menjadi lembaga akademik, tetapi juga pusat inovasi dan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat NTT.
Berbagai program pengabdian masyarakat berbasis riset, transformasi digital gereja dan UMKM, hingga penguatan SDM lokal menjadi bukti nyata bahwa Undana terus menanamkan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
“Pendidikan tinggi tidak boleh berhenti pada ruang kuliah. Ia harus hadir dan berdampak di tengah masyarakat. Itulah makna Undana Berdampak,” ujar Prof. Maxs Sanam saat diwawancarai Bernas terkait dengan Kuliah Lapangan yang diselenggarakan oleh Program Studi Sejarah pada pekan lalu.
Kehadiran nama Prof. Maxs Sanam dalam buku “100 Rektor PTN/PTS Inspirasi Indonesia” menjadi simbol pengakuan atas kepemimpinan transformasional yang mampu membawa perubahan nyata di dunia pendidikan tinggi.
Ia dinilai berhasil menggerakkan seluruh elemen Undana untuk maju bersama, menciptakan kultur akademik yang produktif, sekaligus memperkuat karakter Undana sebagai kampus berkelas nasional dengan jiwa lokal yang kuat.
Dengan torehan ini, nama Universitas Nusa Cendana kembali harum di panggung nasional.
Dari Kupang, kampus kebanggaan masyarakat NTT itu membuktikan bahwa prestasi dan inovasi besar tidak hanya lahir dari kota-kota besar, tetapi juga dari timur Indonesia—dari tanah Flobamorata yang penuh semangat perubahan.*
Alberto/Bernas



