Prof. Maxs Sanam: ‘Tuhan Sudah Tahu Siapa yang Terpilih’ Seruan Moral di Tengah Persiapan Pilrek

BeritaNasional.ID, KUPANG — Suasana di ruang rapat Rektorat Universitas Nusa Cendana (Undana) pada Kamis pagi, 7 Agustus 2025, terasa berbeda. Para pimpinan fakultas, pascasarjana, biro, dan lembaga hadir lengkap. Di hadapan mereka, Rektor Undana Prof. Maxs U. E. Sanam, berdiri tegak, menyampaikan pesan yang tak sekadar formalitas.
Beliau sedang mengawal momen penting dalam perjalanan sejarah kampus ini: dimulainya proses pemilihan rektor (Pilrek) yang akan menentukan nahkoda Undana empat tahun ke depan.
Masa kepemimpinan Prof. Maxs akan berakhir pada 6 Desember 2025. Namun, sebelum melepaskan tongkat estafet, ia ingin memastikan proses transisi berjalan mulus. Pesannya sederhana, tapi tegas: jaga netralitas, namun jangan pasif.
“Saya minta Bapak/Ibu mendorong diri sendiri atau rekan-rekan lain untuk maju. Semakin banyak yang terlibat, kita akan mendapatkan yang terbaik dari yang terbaik,” ucapnya lantang, menatap satu per satu para pejabat yang hadir.
Netral, jelas Prof. Maxs, bukan berarti berpangku tangan. Ia ingin setiap pimpinan dan anggota sivitas akademika mengambil peran, mengajak kandidat potensial untuk tampil, berkompetisi secara sehat, dan menghormati nilai-nilai luhur universitas.
“Kita semua tentu punya preferensi. Tapi mari kita jaga proses ini dengan cara-cara yang baik dan beradab. Jangan ada manuver yang menyakiti atau mencederai marwah Undana,” imbuhnya.
Guru Besar Bidang Mikrobiologi dan Parasitologi itu juga menekankan pentingnya sikap legawa.
“Tuhan sudah tahu siapa yang akan terpilih. Kalau belum berkesempatan kali ini, mungkin itu tanda untuk bersiap di kesempatan berikut atau mengisi posisi lain,” ujarnya, membuat ruangan sejenak hening, namun penuh dengan nuansa kebersamaan.
Prof. Maxs optimistis akan muncul sosok-sosok yang siap membawa Undana melangkah lebih jauh ke depan.
Selain membicarakan Pilrek, rapat tersebut juga membahas hal penting lainnya: pengelolaan anggaran. Prof. Maxs bersama Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, Prof. Paul Tamelan, menegaskan peran strategis Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di setiap unit.
Mereka didorong untuk aktif memvalidasi kegiatan yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sejalan dengan amanat PP Nomor 45 Tahun 2013 yang diperbarui PP Nomor 50 Tahun 2018.
Langkah ini diambil untuk mempercepat proses administrasi, meningkatkan koordinasi, dan memastikan akuntabilitas penggunaan dana publik. Unit Pengadaan Barang dan Jasa (UPBJ) beserta tim teknis lainnya diminta terlibat penuh dalam pengawasan dan validasi.
Di akhir arahannya, Prof. Maxs menegaskan kembali perannya bukan sebagai pemain dalam kontestasi, melainkan sebagai pengawal proses. Ia ingin Pilrek Undana 2025 berjalan jujur, adil, dan transparan.
“Kita jaga Undana tetap kondusif, karena ini rumah kita bersama,” tutupnya dengan senyum, diiringi anggukan setuju para peserta rapat.*
(Alberto)



