Puncak Harlah 1 Abad NU, 400 Pengurus Ranting dan Anak Ranting se-Kota Probolinggo Dikukuhkan

BeritaNasional.ID, PROBOLINGGO JATIM– Suasana khidmat sekaligus penuh semangat mewarnai puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Pondok Pesantren An-Nur, Kelurahan Sumber Taman, Kecamatan Wonoasih, Minggu (1/2). Dalam momentum bersejarah tersebut, sebanyak 400 pengurus NU masa bhakti 2025–2030 resmi dikukuhkan.
Ratusan pengurus yang dikukuhkan berasal dari 29 ranting dan 37 anak ranting NU se-Kota Probolinggo. Prosesi pengukuhan ini menjadi bagian penting dari rangkaian peringatan satu abad perjalanan NU yang telah berkiprah besar dalam kehidupan keagamaan, sosial, dan kebangsaan.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin, unsur Forkopimda, Penjabat Sekretaris Daerah Rey Suwigtyo, staf ahli, asisten, kepala perangkat daerah, camat, lurah, serta tokoh masyarakat se-Kota Probolinggo. Kehadiran unsur pemerintah ini menegaskan kuatnya posisi NU sebagai mitra strategis pemerintah daerah.
Dalam sambutannya, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menyampaikan ucapan selamat sekaligus apresiasi atas peringatan 1 Abad NU. Menurutnya, usia satu abad bukan sekadar angka, melainkan bukti keteguhan NU dalam menjaga ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah, keutuhan NKRI, serta kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa dan daerah.
“Selamat kepada seluruh pengurus ranting dan anak ranting NU yang hari ini dikukuhkan. Satu abad NU adalah bukti konsistensi dalam menjaga nilai keislaman, kebangsaan, dan kemaslahatan umat,” ujarnya.
Dokter Amin menegaskan bahwa NU merupakan organisasi besar dan kuat, termasuk di Kota Probolinggo yang mayoritas warganya merupakan bagian dari keluarga besar NU. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah dan NU dinilainya sebagai sebuah keniscayaan.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan dukungan jaringan sosial dan keagamaan yang kuat seperti NU, mulai dari tingkat kota, kecamatan, kelurahan, hingga ranting dan anak ranting,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara ulama, umara, dan masyarakat dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sekaligus mendorong percepatan pembangunan daerah. Menurutnya, berbagai program Pemerintah Kota Probolinggo sejalan dengan nilai dan semangat perjuangan NU.
Program pembangunan tersebut meliputi penataan kawasan strategis kota, revitalisasi alun-alun, pembangunan infrastruktur utama, serta penguatan ekonomi kerakyatan melalui koperasi. Selain itu, pemerintah juga mendukung program nasional seperti pendataan sosial ekonomi guna memastikan kebijakan pembangunan tepat sasaran.
Tak hanya fokus pada pembangunan fisik, Pemerintah Kota Probolinggo juga berkomitmen membangun sumber daya manusia melalui pendidikan yang inklusif, termasuk dukungan terhadap pondok pesantren. “Seluruh program pembangunan ini diperuntukkan bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali. Tidak ada yang ditinggalkan,” imbuhnya.
Dalam aspek sosial, Wali Kota mengingatkan bahwa tantangan pembangunan tidak hanya terletak pada infrastruktur, tetapi juga perubahan perilaku dan budaya masyarakat. Ia menyoroti pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, membangun etos kerja, serta membiasakan hidup sesuai nilai-nilai Islam.
Melalui momentum Harlah 1 Abad NU, Dokter Amin mengajak seluruh elemen NU untuk bersama-sama menyukseskan program “Kota Saleh” sebagai upaya memperkuat nilai religiusitas dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah.
“Mari kita jadikan Kota Probolinggo sebagai kota yang religius, maju, dan sejahtera. Dengan kebersamaan ulama, umara, dan masyarakat, saya yakin kita mampu menurunkan angka kemiskinan dan mempercepat pembangunan,” pungkasnya.
(Yul/Bernas)



