AdvedtorialDPRD Prov SulbarPolewali MandarSulawesi Barat

RDP DPRD Polman Buka Jalan, Siswa Gagal Masuk SMA Negeri Kini Dapat Kuota Baru

BeritaNasional.ID POLMAN SULBAR–Ratusan lulusan SMP di Kabupaten Polewali Mandar yang terancam tidak bisa lanjut sekolah akhirnya mendapat kepastian.

‎Aspirasi yang disampaikan Ketua Aliansi Masyarakat Peduli Kebenaran dan Keadilan Polman, Arwin Hariyanto, melalui surat Nomor 030/AMPR-PM/VII/2026, mendorong DPRD Polman menggelar Rapat Dengar Pendapat pada Kamis, 9 Juli 2026.

‎RDP tersebut dihadiri Dinas Pendidikan Provinsi Sulbar, BPMP Sulbar, dan kepala SMA negeri se-Polewali Mandar. Dipimpin Ketua Komisi IV DPRD, Agus Pranoto, forum ini membahas banyaknya siswa yang gagal masuk SMA negeri karena kuota penuh.

‎Berdasarkan data awal, 200-300 siswa belum tertampung. Setelah pendataan ulang, jumlahnya berkurang menjadi 118 siswa. Sebagian besar berasal dari Wonomulyo 32 siswa, serta SMA Negeri 2, 3, dan 4 Polewali.

‎Dalam rapat disepakati dua langkah cepat:

‎1. Penambahan kuota penerimaan peserta didik baru

‎2. Penambahan rombongan belajar atau menaikkan kapasitas kelas dari 32 menjadi maksimal 36 siswa

‎Kepala Dinas Pendidikan Sulbar, Muhammad Nehru Sagena, memastikan Pemprov berkomitmen menampung seluruh siswa. “Kalau ada anak yang belum sekolah, tugas kami mencarikan sekolah. Semua anak harus dapat haknya,” tegas Nehru.

‎Selain itu, Pemprov Sulbar juga berencana mengusulkan pembangunan unit sekolah baru di wilayah yang daya tampungnya terbatas.

‎DPRD Polman menyatakan akan terus mengawal implementasi hasil RDP hingga seluruh siswa benar-benar masuk sekolah di Tahun Ajaran 2026.

‎Arwin Hariyanto mengapresiasi langkah cepat DPRD. Menurutnya, ini bukti aspirasi masyarakat mendapat ruang dalam kebijakan dan mencegah meningkatnya angka putus sekolah di Polman.

 

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button