Rektor Undana Dorong Transformasi Sumba Tengah, SDM Jadi Kunci Keluar dari Kemiskinan

BeritaNasional.ID, WAIBAKUL — Universitas Nusa Cendana (Undana) terus memperluas kiprah pengabdiannya di wilayah Nusa Tenggara Timur.
Setelah sebelumnya berkunjung ke sejumlah kabupaten di Pulau Sumba, kali ini Undana melanjutkan rangkaian kunjungan kerjanya ke Kabupaten Sumba Tengah pada Jumat (10/10/2025).
Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Rektor Undana, Prof. Maxs U. E. Sanam, yang disambut hangat oleh Bupati Sumba Tengah, Paulus Sekayu Karugu Limu, bersama para asisten dan pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumba Tengah.
Pertemuan antara Undana dan Pemkab Sumba Tengah berfokus pada diskusi strategis untuk merumuskan langkah konkret dalam menghadapi berbagai persoalan mendesak di daerah.
Salah satu isu utama yang menjadi perhatian adalah upaya percepatan penurunan angka kemiskinan, yang hingga kini masih menjadi tantangan besar di kabupaten tersebut.
Dalam sambutannya, Bupati Paulus Sekayu Karugu Limu menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kepedulian Undana, khususnya atas kehadiran langsung Rektor di tengah masyarakat Sumba Tengah.
Ia menyebut kunjungan tersebut sebagai bentuk nyata komitmen Undana terhadap pemerataan pembangunan di seluruh pelosok NTT.
“Sekitar 30 persen penduduk Sumba Tengah masih berada dalam kondisi miskin. Namun kami memiliki komitmen kuat untuk menurunkannya sebesar dua persen setiap tahun melalui strategi Maju Mandiri dan Berkelanjutan,” ungkap Bupati.
Ia menambahkan, kehadiran Undana menjadi penyemangat baru bagi pemerintah daerah dalam menjalankan program-program pemberdayaan yang berorientasi pada kemandirian masyarakat.
“Kehadiran Rektor memberikan motivasi bagi kami untuk membawa Sumba Tengah ke masa depan yang lebih baik di sisa waktu yang masih Tuhan percayakan,” ujarnya.
Bupati menegaskan, seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat Sumba Tengah akan digerakkan untuk keluar dari kemiskinan secara mandiri, berdaya saing, dan sejahtera.
Menanggapi hal itu, Rektor Undana, Prof. Maxs Sanam, menyampaikan apresiasi atas komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah.
Ia menilai strategi yang ditempuh oleh Pemkab dapat menjadi inspirasi bagi kabupaten lain di NTT yang masih bergulat dengan persoalan serupa.
Menurut Rektor, kunci utama untuk mengatasi kemiskinan bukan hanya pembangunan infrastruktur, melainkan pembangunan manusia sebagai motor penggerak perubahan.
“Pembangunan SDM lebih dominan ketimbang pembangunan fisik,” tegas Prof. Maxs.
Ia menjelaskan, Undana akan terus memperkuat peran Tri Dharma Perguruan Tinggi, terutama dalam pendidikan dan pengabdian masyarakat, melalui berbagai program kolaboratif seperti beasiswa, studi lanjut, penelitian terapan, serta pelatihan keterampilan bagi masyarakat.
“Undana mendorong mahasiswa untuk keluar, belajar lebih banyak, dan kembali membangun daerahnya dengan pengetahuan yang mereka miliki,” tambahnya.
Rektor juga memberikan pesan mendalam tentang nilai kepemimpinan dalam konteks pembangunan daerah.
“Pemimpin memimpin dengan contoh. Tindakan menceritakan lebih keras daripada kata-kata,” ujarnya dengan menekankan pentingnya aksi nyata dibanding sekadar wacana.
Pertemuan tersebut diakhiri dengan sesi diskusi yang produktif antara pihak Undana dan jajaran Pemkab Sumba Tengah.
Keduanya bersepakat untuk segera menyusun program kerja bersama yang dapat diimplementasikan dalam waktu dekat, seperti peningkatan kapasitas aparatur, pelatihan kewirausahaan, dan pengembangan potensi lokal berbasis riset.*
Alberto



