Seorang Remaja SMK di Tasikmalaya Menemukan Bayi di Kantor Desa, Ternyata Anak Kandungnya Sendiri

Beritanasional.id – Jawa Barat,- Warga Desa Cukang Kawung, Kecamatan Sodong Hilir, Kabupaten Tasikmalaya, diguncang drama yang berujung pada pengungkapan fakta mengejutkan. Seorang remaja putri berusia belasan tahun, yang disebut dengan nama samaran Bunga, mengaku menemukan bayi di depan kantor desa pada Minggu (25/1/2026) malam. Namun, cerita yang sempat memancing simpati warga itu akhirnya terbongkar: bayi tersebut adalah anak kandungnya sendiri, hasil hubungan di luar nikah.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 23.00 WIB. Awalnya, Bunga meyakinkan keluarganya bahwa ia menemukan bayi laki-laki di depan kantor desa. Informasi itu cepat menyebar, membuat warga dan aparat desa turun tangan menelusuri kebenaran.
“Benar kejadiannya tadi malam sekitar pukul 23.00 WIB di Desa Cukang Kawung,” ujar Dede, salah seorang warga, Senin (26/1/2026).
Kapolsek Sodong Hilir, Iptu Caryadi, membenarkan insiden tersebut. “Karena takut dimarahi keluarga, pelaku membuat sandiwara dengan mengaku menemukan bayi,” jelasnya.
Awalnya Bunga berulang kali mengelak, menolak disebut sebagai ibu dari bayi itu. Namun setelah didesak keluarga dan bibinya, ia akhirnya mengakui bahwa bayi tersebut adalah darah dagingnya. Informasi yang beredar menyebutkan, Bunga masih duduk di bangku SMK di Tasikmalaya.
Kasus ini segera menjadi bahan perbincangan masyarakat luas. Fenomena tersebut dianggap sebagai cermin buram pergaulan remaja di era digital, di mana tekanan sosial, stigma, dan minimnya komunikasi dengan keluarga kerap mendorong anak muda mengambil jalan pintas berisiko.
Alih-alih mencari dukungan, Bunga memilih menutupi kenyataan dengan cerita palsu. Langkah ini justru memperlihatkan betapa kuatnya rasa takut terhadap hukuman sosial dan keluarga, sekaligus menyingkap rapuhnya sistem pendampingan bagi remaja.
Hingga berita ini diturunkan, bayi dalam kondisi selamat. Pihak kepolisian bersama keluarga kini melakukan pendampingan terhadap sang ibu muda. Kasus ini masih dalam penyelidikan Polsek Sodong Hilir, sementara masyarakat berharap ada langkah serius dari pihak berwenang dan lembaga pendidikan untuk mencegah tragedi serupa terulang.
Laporan: Chandra Foetra S.



