ACEHEkonomi

Setelah mengalami Ricuh, Pasar Murah Aceh Tamiang Kembali Disalurkan. Ini Penjelasan Ibnu Azis

BERITANASIONAL.ID, ACEH TAMIANG, Pasar murah yang di gelar oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah Dan Perindustrian Kabupaten Aceh Tamiang di Kecamatan Karang dikabarkan ricuh dan dibatalkan

Kericuhan itu terjadi akibat antusias masyarakat dalam wilayah Kecamatan Karang Baru untuk membeli sembako murah yang diberikan pemerintah .

Dan dikabarkan stok tidak memenuhi, dengan perkiraan hampir 50 persen warga yang mengantri tidak kebagian sembako murah padahal telah membawa kupon.

Akibat hal tersebut beberapa warga yang datang dari kampung – kampung dengan menyisihkan waktu bahkan mengeluarkan biaya untuk isi minyak kendaraan harus mengalami kekecewaan.

Terkait hal tersebut Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah Dan Perindustrian Kabupaten Aceh Tamiang Ibnu Azis dikomfirmasi mengatakan persoalan sudah dapat diatasi dan sudah dilanjutkan kembali.

” Ini hanya salah pemahaman saja. Pasar murah untuk Kecamatan Karang Baru disediakan 1.000 paket. Tapi warga yang hadir mencapai 5.000 lebih. Pasar murah itu ada prosedurnya, bukan untuk semua warga,” jelasnya.

Menyikapi dengan jumlah yang hadir tersebut, pihaknya mengambil kebijakan dan menggelar rapat cepat bersama Camat Karang Baru serta Datok Penghulu dalam wilayah Karang Baru.

“Agar masyarakat tidak kecewa, kita ambil langkah cepat menggelar rapat bersama Camat Karang Baru serta Datok Penghulu dalam wilayah Karang Baru. Kebijakannya adalah membagikan kembali paket murah dengan dikurangi item perpaketnya,” jelasnya.

Azis mengatakan mengurangi item paket yaitu dari satu paket dengan empat jenis menjadi dua jenis perpaketnya.

Menurutnya dalan satu paket atau satu kupin terdiri dari beras, gula, minyak makan dan telur.

“Tadi dalam rapat sudah disepakati dan perpaketnya dua item dari empat yang disediakan. Alhamdulillah sekarang sudah kita buka kembali pasar murahnya,” sebut Ibnu Azis mengakhiri.()

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button