ACEH

Suhardinsyah (Tor-Tor) dan Segudang Prestasi Desa Ulun Tanoh

BeritaNasional.ID-Gayo Lues-Namanya Suhardinsyah, atau yang lebih dikenal dengan Suardi. Sedangkan di kalangan aktifis dia dikenal dengan sebutan tor-tor. Posturnya tampak kurus namun lumayan tinggi. Sosoknya adalah pria kelahiran Kuta Panjang 1 Januari 1980 silam. Meski tergolong masih muda, beliau adalah pengulu desa yang berfrestasi dan dicintai masyarakatnya. Saat ini dia adalah pengulu Desa Ulun Tanoh, Kecamatan Kuta Panjang, Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh.

Mengenyam pendidikan dasar di SDN Rema tahun 1992, SMPN Gunung Leuser 1995 dan SMAN 1 Kota Panjang 1998. Suhardinsyah melanjutkan kuliah Universitas Syiah Kulala (Unsyiah) Banda Aceh dengan program lulusan S1 Fkip Olahraga 2006.

Usai lulus kuliah Suhardinsyah sempat menjadi tenaga honorer di beberapa sekolah salah satunya SMPN1 Kota Panjang.

Mungkin rasa tanggung jawab, dan panggilan jiwa sebagi warga Ulun Tanoh untuk memperbaiki desanya, yang membuat dia tergerak untuk menjadi Pengulu Desa Ulun Tanoh.

Namanya semakin dikenal, dengan trobosan yang dilakukannya serta pengelolaan dana desa yang baik, hingga mengantarkannya mendapatkan bergai prestasi sehingga beberapa kali di undang ke luar daerah.

Prestasi yang pernah dikantongi Desa Ulun Tanoh di Bawah Kepemipinan beliau yakni.

1. Juara III Pengelolaan Dana Desa Tahun 2017 dan 2018 di tingkat Provinsi Aceh.

2. Juara II Desa Mandiri Tingkat Kodam Iskandar Muda

3. Juara I Lomba Desa Tingkat Kabupaten Gayo Lues

4. Juara I Lomba PKK Tingkat Kabupaten Gayo Lues dan

5. Juara III BUMK Tingkat Kabupaten Gayo Lues.

Dengan terobosan yang dia lakukan, yakni

1.Mewajibkan Tes Urine bagi perangkat desa, Babinsa, dan Babinkantibmas kemudian dilanjutkan bagi pemuda dan pemudi

2. Pemberlakuan hukum adat dalam penyelesaian sengketa dalam kampung serta sangsi yang diberikan bagi pelanggar.

3. Menggali kembali tentang keariban lokal, yaitu pengrajin perak dan tikar pandan

4. Hubungan Kerjasama antar desa dalam membuka jalan perkebunan Aih Suri Palok, melibatkan 4 Kampung, Ulun Tanoh, Rema Baru, Rikit Dekat dan Desa Palok.

Dulu, kata Suhardinsyah, desanya merupakan desa yang dikucilkan. Dia sempat merasa prihatin dan sedih. Apa yang harus dia lakukan untuk berbuat bagi desanya, apalagi besiknya merupakan bidang olahraga dan dia sempat membina klub bola kampung PS ULTA kala itu.

Hingga pada tahun 2014 dia ditantang tokoh kampung untuk mencalonkan diri menjadi kepala desa. Berkat komitmen bersama masyarakat desa Suhardinsyah akhirnya meng-iakan hingga dia terpilih dan memimpin hingga saat ini

Bukan tanpa kendala, apalagi langsung menjadi kepala desa yang tentu harus bertanggung jawab terhadap berjalannya roda pemerintahan desa. Suhardi merasa adanya kesulitan, apalagi diawal-awal kepemimpinan beliau.

“Enam bulan pertama memimpin, agak sulit rasanya. Tapi, karena sudah komitmen. Insya Allah, sekarang sudah terbiasa,” katanya, Minggu (06/10/2019) di Blangkejeren .

Awal dilantik, dia harus banyak belajar, mulai administrasi desa hingga soal adat yang harus dia pahami. Namun, beruntung dukungan masyarakat dan bimbingan tetua kampung pelan-pelan dia mampu melakukan semua tugas yang ia harus emban.

“Di desa juga kita terapkan hukum, bahwa semuanya sama. Tidak mengenal hubungan saudara, besar kecil kalau salah tetap salah,” kata pengulu ini.

Adil dalam memimpin, menurut pengulu berprestasi ini, merupakan kunci dia terus dicintai masyarakatnya.

Dia berharap, langkah yang ia lakukan terus mendapatkan dukungan, terutama dari masyarakat setempat dan juga Pemda Gayo Lues agar terus dapat berinovasi untuk kesejahteraan masyarakatnya.

“Kalo menurut saya, tidak ada artinya kita berhasil diluar, kalau kampung kita sendiri masih kacau balau sementara kita punya kafasitas untuk memperbaikinya,” tutup pengulu ini. (Abu Bakri)

Show More

Related Articles

Back to top button
Close
Close