Teknologi Irigasi Tetes Otomatis, Jawaban Tantangan Pertanian NTT

BeritaNasional.ID, KUPANG — Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana (Undana) menggelar Program Kemitraan Masyarakat (PKM) bertema “Aplikasi Irigasi Tetes Otomatis untuk Optimasi Lahan Kering dengan Budidaya Hortikultura di Musim Kemarau”.
Kegiatan ini melibatkan kelompok tani Tate’un Monit, Desa Oeltua, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, yang dihadiri sekitar 20 petani dipimpin Ketua Kelompok, Yakob Haumeni. Program ini bertujuan untuk memperkenalkan teknologi irigasi tetes otomatis sebagai solusi pemanfaatan lahan kering pada musim kemarau.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Lahan Kering Undana, I Gusti B. Adwita Arsa, menjelaskan bahwa PKM ini merupakan bagian dari tugas dosen dalam pengabdian kepada masyarakat yang difasilitasi oleh pihak kampus.
“Kami di UPT Lahan Kering berperan memfasilitasi kerja-kerja dosen agar kegiatan pengabdian kepada masyarakat dapat berjalan baik. Dosen memiliki keahlian, kami siapkan lingkungan dan infrastruktur pendukung. Inilah bentuk kolaborasi agar inovasi yang diciptakan bisa benar-benar bermanfaat,” ujar Prof. Adwita.
Ia menambahkan, sebelum teknologi diterapkan di masyarakat, Undana melakukan uji coba model terlebih dahulu untuk memastikan kelayakan dan efektivitas. Hal ini termasuk pemilihan jenis tanaman hortikultura yang tahan kekeringan sehingga bisa ditanam saat musim hujan dan dipanen saat musim kering.
Salah satu inovator program, Ari Bangkit Sanjaya Umbu, mengungkapkan bahwa sistem irigasi otomatis ini mulai dikembangkan sejak tahun lalu, berawal dari ide yang memenangkan lomba karya cipta inovasi tahun 2023 di Fakultas Pertanian Undana.
“Untuk sistem manual sebenarnya sudah ada sejak lama, tetapi otomatisasi kami mulai tahun lalu. Desain dan rancangannya sepenuhnya kami kembangkan sendiri. Berawal dari diskusi dengan pihak fakultas setelah kemenangan lomba inovasi, akhirnya kami wujudkan dalam bentuk pengabdian masyarakat,” jelas Ari.
Ari juga menjelaskan bahwa sistem ini memungkinkan petani menghemat air dan tenaga, sekaligus meningkatkan efisiensi budidaya hortikultura di daerah dengan keterbatasan sumber daya air.
Ketua Kelompok Tani Oeltua, Yakob Haumeni, menyambut baik inovasi ini. Ia berharap penerapan teknologi irigasi tetes otomatis dapat menjadi solusi jangka panjang untuk masalah kekeringan yang selama ini menghambat produktivitas petani di wilayah Taebenu.*
(Alberto)



