
BeritaNasional.ID, JAKARTA – Sekjen LKBH PB PGRI hadir dalam undangan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi X DPR RI di senayan. LKBH mendampingi Ketua Forum Honorer PGRI, Yudi Prayitno dan guru yang dirumahkan, Akhmad Sukaeri.
Sekjen LKBH PB PGRI, H. Sugiono Eksantoso mengatakan, pihaknya hadir sebelum jam 10.00 Wib untuk memenuhi undangan Komisi X. Kami mendapat undangan langsung dari Nur Purnama Sidi, anggota DPR RI Komisi X Dapil Jember dan Lumajang sore hari.
“Undangan tersebut kami sampaikan pada Ketum dan PB PGRI yang lain. Ahirnya PB mengutus saya untuk mendampingi Ketua Forum Honorer dan guru yang dirumahkan dari Pasuruan,” jelasnya.
Ternyata undangan dari DPR RI kepada PGRI tidak menyebutkan, apakah PGRI Teguh Sumarno atau Unifah Rosidi. Kemudian dua kubu PGRI sama-sama datang ditambah dari Ikatan Guru Indonesia (IGI).
Di pintu masuk bertemu dengan undangan orang yang berpakaian PGRI Unifah Rosidi yang datangnya lebih pagi, jumlahnya 15 orang. Lalu terjadi debat kusir dan saling mengklaim yang lebih berhak untuk menghadiri RDP dengan Komisi X.
Ahirnya 15 orang tersebut langsung masuk. Sugiono, sapaannya, tidak putus asa dan melobi petugas keamanan untuk bisa masuk. Petugas keamanan lalu melakukan konsultasi dengan Pimpinan Komisi X.
“Setelah menunggu sekitar 20 menit, saya diminta menghadap Pimpinan Komisi X. Kami dikawal 2 petugas keamanan. Kami berdialog. Kami sampaikan aspirasi PB PGRI, hususnya nasib guru honorer, R2, R3, R4, guru honorer yang dirumahkan dan ASN P3K menjadi PNS,” jelasnya.
Mendekati keputusan kasasi, lanjutnya, kita harus lebih hati-hati dan lebih waspada. Sebab lawan terus melakukan manuver, membuat opini negative, membuat alibi agar PGRI Teguh Sumarno jatuh tersungkur.
Komisi X DPR RI mengagendakan RDP secara husus dengan PB PGRI Teguh Sumarno. Tidak bercampur dengan organisasi profesi guru yang lain. Sugiono, sapaannya, berharap, membutuhkan kekompakan kalau ada undangan RDP lagi. (Syamsul Arifin/Bernas)



