Tragedi Sibolangit, Penrad Siagian Desak Evaluasi Total Pengawasan Truk ODOL dan Jalur Medan-Berastagi

BeritaNasional.ID JAKARTA — Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal daerah pemilihan Sumatra Utara, Pdt. Penrad Siagian, menyampaikan rasa duka cita mendalam sekaligus kecaman keras atas tragedi kecelakaan beruntun yang terjadi di Jalan Jamin Ginting Km 44-45, Desa Suka Makmur, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Jumat kemarin, 17 Juli 2026.
Kecelakaan maut tersebut dipicu oleh truk Fuso bermuatan berat yang mengalami rem blong. Peristiwa itu mengakibatkan sedikitnya sembilan kendaraan mengalami kerusakan, empat orang meninggal dunia, dan delapan orang lainnya mengalami luka-luka.
Dari empat korban meninggal dunia, salah satunya merupakan warga setempat dari Desa Suka Makmur, Kecamatan Sibolangit, yang menjadi korban dalam kecelakaan tragis tersebut.
Pdt. Penrad Siagian menyampaikan belasungkawa kepada seluruh keluarga korban yang kehilangan anggota keluarganya dalam tragedi tersebut.
“Pertama-tama, saya menyampaikan rasa duka yang sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga korban yang ditinggalkan maupun korban luka-luka, khususnya saudara-saudara kita dari Suka Makmur, Sidikalang, Dairi, dan Berastagi yang kehilangan anggota keluarganya secara tragis dalam insiden ini,” ujar Pdt. Penrad dalam keterangannya, Minggu, 19 Juli 2026.
“Kepada para korban yang mengalami luka-luka, saya menyampaikan keprihatinan yang mendalam dan mendoakan agar segera diberikan kesembuhan serta pemulihan. Semoga para korban dapat segera kembali pulih dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan,” sambungnya.
Menurut Pdt. Penrad, tragedi Sibolangit tidak semata-mata merupakan musibah akibat kelalaian pengemudi, tetapi juga menunjukkan lemahnya penegakan hukum dan regulasi terkait kendaraan logistik bermuatan besar yang melintas di jalur ekstrem.
Ia menyoroti persoalan pengawasan kelayakan kendaraan, khususnya terkait pemeriksaan kendaraan dan uji Kir bagi kendaraan logistik.
“Peristiwa rem blong pada truk bermuatan masif di jalur menurun tajam Sibolangit membuktikan bahwa pengawasan kelaikan jalan (ramp check) dan uji Kir kendaraan logistik kita masih sangat lemah dan kecolongan. Dinas Perhubungan dan kepolisian harus bertanggung jawab atas lolosnya armada-armada berisiko tinggi ini di jalanan umum,” tegasnya.
Selain persoalan kelayakan kendaraan, Penrad juga meminta evaluasi terhadap jam operasional kendaraan bermuatan berat yang melintas di jalur Medan-Berastagi.
“Jalur Medan-Berastagi adalah urat nadi ekonomi sekaligus jalur pariwisata yang padat dengan kendaraan pribadi dan angkutan umum. Membiarkan truk-truk Fuso bermuatan penuh melintas bebas di jam-jam sibuk tanpa pembatasan ketat adalah bentuk pembiaran terhadap potensi bencana,” katanya.
Ia juga menyoroti praktik Over Dimension Over Loading (ODOL) yang masih terjadi pada kendaraan angkutan berat.
“Truk pembawa galon mineral atau material berat lainnya kerap kali dipaksakan membawa muatan melampaui kapasitas teknis kendaraan demi efisiensi bisnis. Praktik ODOL ini harus disikat habis, tidak boleh ada kompromi lagi di jalur rawan seperti Sibolangit,” ujarnya.
Selain mendesak perbaikan sistem pengawasan kendaraan berat, Pdt. Penrad Siagian juga menilai pembangunan jalan alternatif Medan-Kabanjahe sudah menjadi kebutuhan yang sangat mendesak.
Menurutnya, jalur Medan-Berastagi yang selama ini menjadi satu-satunya akses utama menuju kawasan Karo sudah tidak mampu menampung peningkatan volume kendaraan.
Kondisi tersebut, lanjutnya, menyebabkan kemacetan panjang dan meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan.
Pembangunan jalan alternatif Medan-Kabanjahe dinilai menjadi solusi jangka panjang untuk mengurai kepadatan lalu lintas sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Oleh sebab itu, ia mendesak agar Pemerintah Provinsi Sumatra Utara (Sumut) segera membuat jalur alternatif Medan-Kabanjahe.
Lebih lanjut, Senator Asal Sumut ini mendesak Kementerian Perhubungan, Dinas Perhubungan Provinsi Sumut, dan Kepolisian Daerah Sumut segera mengambil langkah konkret guna merespons kejadian tersebut.
Ia meminta dilakukan razia ketat secara berkala di titik masuk jalur Medan-Berastagi untuk memeriksa fungsi rem, tonase muatan, dan kelayakan pengemudi truk besar.
Selain itu, ia mendorong penyusunan regulasi pembatasan jam operasional kendaraan roda enam atau lebih di jalur wisata Karo-Medan pada hari libur dan jam sibuk.
Pdt. Penrad juga meminta pemerintah mempercepat pengadaan fasilitas keselamatan seperti escape ramp atau jalur penyelamat rem blong di titik-titik turunan curam kawasan Sibolangit.
“Jalan raya seharusnya menjadi sarana konektivitas yang aman, bukan ladang pembantaian karena kelalaian regulasi. Rakyat berhak atas keselamatan transportasi publik. Jika pemerintah dan aparat terkait tetap tidak tegas merombak sistem tata kelola kendaraan logistik ini, maka mereka secara tidak langsung membiarkan nyawa masyarakat terus terancam di sepanjang jalur lintas Medan-Berastagi,” tutup Pdt. Penrad Siagian. (Kiel/Bernas)



