ACEH

Tuntut Selamatkan Lhoknga Mahasiswa Demo di Kantor Bupati

Beritanasional.Id, Kota Jantho – Sekitar 150 peserta dari Mahasiswa dan Pemuda Aceh Besar menggelar aksi demonstrasi di Kantor Bupati Aceh Besar di Kota Jantho, Rabu (27/11/19).

Aksi demonstrasi tersebut menuntut kepedulian Pemerintah Aceh Besar terhadap kondisi Kecamatan Lhoknga yang saat ini sedang dilanda permasalahan soal air bersih dan pencemaran laut oleh limbah batu bara yang tidak kunjung ditangani pihak terkait.

Aksi demonstrasi tersebut berjalan lancar, para mahasiswa dan Pemuda Aceh Besar itu disambut langsung oleh Bupati Aceh Besar, Ir. Mawardi Ali, Ketua DPRK Aceh Besar Iskandar Ali, Sekdakab Aceh Besar, Iskandar dan sejumlah pejabat tinggi di Jajaran Pemkab setempat. Aksi mahasiswa dan pemuda ini juga mendapat pengawalan dari pihak kepolisian dibantu sat pol PP setempat.

Tampak hamparan batu bara di bibir pantai Lhoknga, akibatnya lingkungan laut rusak dan biota laut banyak terganggu. Foto: ist

Koordinator Lapangan aksi demonstrasi yang bertema ” Selamatkan Lhoknga dari Pabrik semen Air kering dan Laut Tercemar” M Faidzal Rizki, yang dikonfirmasi media ini mengaku proses aksi berjalan lancar dan belum ada kendala apapu. Aksi akan dilanjutkan kembali usai melaksanakan ibadah salat zuhur.

“Hingga saat ini respon dari pemerintah sangat baik, aksi ini kita jeda sejenak untuk melaksanakan ibadah salat zuhur kemudia baru kita lanjutkan hingga tuntai sesuai rencana,” demikian kata Korlap Aksi tersebut, namun Rizki tidak menyebutkan tahapan yang diharapkan hingga ke titik mana.

Sementara dalam informasi selebaran yang disebar melalui media sosial sejak beberapa hari lalu di tuliskan Mahasiswa dan pemuda Aceh Besar ini menamakan diri PILAR (Pageu Wilayah Aceh Rayeuk) dan mengajak seluruh elemen untuk berpartisipasi dalam aksi tersebut mengingat permasalahan yang sedang dialami oleh Kecamatan Lhoknga dan kondisi laut Lhoknga sudah sangat memprihatinkan.

Berdasarkan data media ini, aksi tersebut adalah merupakan tindaklanjut dari sejumlah aksi yang pernah digelar mahasiswa dan masyarakat lhoknga terkait persoalan ancaman kekeringan sumber air bersih dan pencemaran laut akibat limbah batu bata. Sebelumnya aksi digelar di lingkungan Pabrik semen Laparge atau Pablik Semen Andalas.

Namun, dinilai tidak mendapatkan tanggapan serius dari pihak terkait dan terkesan diabaikan, sehingga apa yang dituntut oleh para mahasiswa dan masyarakat Lhoknga itu tidak kunjung ditangani. (Alan)

Show More

Related Articles

Back to top button
Close
Close