HeadlineJawa TimurNasionalRagam

Usai Diadukan ke Bareskrim, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab di Arena Muktamar

BeritaNasional.id, JAKARTA – Polemik yang menyeret nama HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur kembali memanas menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang.

Setelah sebelumnya dilaporkan terkait dugaan fitnah atas pernyataannya mengenai KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, Gus Lilur kini melontarkan tantangan terbuka kepada empat tokoh NU.

Empat nama yang disebut dalam tantangan tersebut yakni KH Miftachul Akhyar, Gus Kikin, Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, serta Nusron Wahid.

Dalam pernyataan tertulis bertajuk “Tantangan Terbuka”, Gus Lilur mengaitkan tantangan itu dengan upaya pembuktian hukum atas pernyataan yang sebelumnya menyebut Gus Kikin tidak bisa mengaji.

“Berhubung saya dipidana karena dituduh memfitnah Gus Kikin gak bisa ngaji, tentu saya harus membuktikan bahwa Gus Kikin gak bisa ngaji,” tulis Gus Lilur.

Tantang Ngaji Kitab di Arena Muktamar
Gus Lilur menantang keempat tokoh tersebut untuk mengaji kitab di arena Muktamar NU.

Ia menyebut tantangan itu disampaikan dengan maksud pembuktian terhadap perkara yang menjerat dirinya.

“Dalam rangka pembuktian hukum bahwa Gus Kikin gak bisa ngaji, dengan segala hormat dan kerendahan hati, saya tantang ngarang kitab di arena Muktamar NU,” lanjutnya.

Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya dinamika menjelang Muktamar ke-35 NU yang dijadwalkan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada 27-31 Agustus 2026. Sejumlah tokoh dan kelompok NU belakangan juga aktif menyuarakan pandangan mengenai arah kepemimpinan organisasi ke depan.

Minta Mondok Jika Tidak Bisa
Tak berhenti pada tantangan membaca kitab, Gus Lilur juga menyampaikan konsekuensi yang menurutnya harus dilakukan apabila keempat tokoh tersebut tidak mampu memenuhi tantangan.

“Kalau ternyata keempatnya gak bisa ngaji, saya minta mereka mondok di Pesantren Tambak Beras, lokasi Muktamar NU, sampai bisa ngaji,” tulisnya.

Pernyataan tersebut menambah panas dinamika internal NU menjelang forum tertinggi organisasi tersebut.

Sebelumnya, Gus Lilur memang cukup vokal menyoroti arah kepemimpinan dan dinamika yang berkembang menjelang Muktamar NU 2026. Dalam sejumlah pernyataannya, ia menekankan pentingnya kepemimpinan yang mampu menjaga persatuan dan menjawab tantangan organisasi.

Pernah Diadukan ke Bareskrim
Tantangan terbuka itu muncul setelah Gus Lilur diadukan ke Bareskrim Polri terkait dugaan fitnah atas pernyataannya mengenai Gus Kikin.

Perkara tersebut menjadi salah satu sorotan di tengah meningkatnya tensi menjelang Muktamar ke-35 NU.

Namun, status dan pembuktian atas tuduhan yang muncul tetap berada dalam proses dan kewenangan aparat penegak hukum sesuai mekanisme yang berlaku.

Kini, tantangan Gus Lilur kepada empat tokoh NU itu berpotensi kembali memantik perdebatan di kalangan warga Nahdliyin, terutama karena disampaikan hanya beberapa hari menjelang pelaksanaan Muktamar NU ke-35 di Jombang.

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button