Aceh

UT-UPI Hadirkan Energi Surya untuk Perkuat Pemulihan Pascabencana di Aceh Tamiang

Kolaborasi lintas perguruan tinggi memadukan teknologi energi terbarukan, pendidikan, dan pemberdayaan untuk mendorong masyarakat yang lebih tangguh, mandiri, dan berkelanjutan.

Berita Nasional.id ACEH TAMIANG, 26 Juli 2026 – Pemulihan pascabencana tidak berhenti pada pembangunan kembali sarana fisik. Masyarakat juga memerlukan penguatan kapasitas, akses terhadap teknologi yang relevan, serta dukungan agar aktivitas sosial dan ekonomi dapat pulih secara lebih tangguh. Semangat inilah yang dibawa Universitas Terbuka (UT) bersama Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) kolaboratif di Kabupaten Aceh Tamiang.

Program ini menggabungkan pemberdayaan masyarakat dengan pemanfaatan teknologi energi terbarukan, khususnya energi surya, sebagai salah satu alternatif yang dapat mendukung kebutuhan energi masyarakat di wilayah perdesaan. Pendekatan yang digunakan tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi diarahkan untuk memperkuat kemampuan masyarakat dalam mengenali persoalan, memahami pilihan solusi, dan membangun kemandirian secara berkelanjutan.

Kegiatan kolaborasi tersebut dipimpin Rahmad Purnama dari Universitas Terbuka sebagai Ketua Host, sedangkan Dr. Dinie Anggraeni Dewi, M.Pd., M.H. dari Universitas Pendidikan Indonesia bertindak sebagai Ketua Mitra. Tim UT juga melibatkan Mirza Permana, S.T., M.Si., Sucipto, S.Pd., M.Sc., Dra. Yusrafiddin, M.Pd., dan Dr. Ir. Rinda Noviyanti, M.Si. Sementara itu, tim UPI diperkuat oleh Dr. Yeni Yuniarti, M.Pd., Dr. Tita Mulyati, M.Pd., dan Dr. Agil Nanggala, M.Pd.

Energi Surya sebagai Pintu Masuk Pemulihan

Aceh Tamiang merupakan wilayah dengan aktivitas ekonomi masyarakat yang kuat, termasuk pada sektor pertanian. Dalam situasi pascabencana, tantangan pemulihan tidak hanya berkaitan dengan mengembalikan kegiatan sehari-hari, tetapi juga memastikan masyarakat memiliki pilihan sumber daya dan teknologi yang dapat menopang keberlanjutan aktivitas mereka.

Melalui PkM ini, UT dan UPI mendorong pemanfaatan energi surya sebagai alternatif energi yang lebih bersih dan dapat dikembangkan untuk mendukung berbagai kebutuhan masyarakat. Dalam pelaksanaan di lapangan, tim menyiapkan perangkat dan panel surya secara langsung. Proses tersebut sekaligus menjadi ruang belajar praktis mengenai teknologi energi terbarukan di tingkat komunitas.

Penyiapan panel dan komponen energi surya dalam rangkaian kegiatan PkM UT-UPI di Aceh Tamiang.

Perakitan komponen pendukung sistem energi surya sebagai bagian dari pengenalan teknologi kepada masyarakat.

“Perguruan tinggi tidak cukup hanya memberikan bantuan. Yang lebih penting adalah bagaimana masyarakat dapat terlibat dalam menemukan persoalan dan mengembangkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan mereka.”

— Rahmad Purnama, Ketua Host dari Universitas Terbuka

Rahmad Purnama menegaskan bahwa kehadiran perguruan tinggi di tengah masyarakat perlu menghasilkan proses belajar dan penguatan kapasitas. Dengan keterlibatan masyarakat sejak tahap pengenalan persoalan hingga pengembangan solusi, teknologi yang diperkenalkan diharapkan tidak berhenti sebagai perangkat, tetapi memiliki peluang untuk dipahami, dimanfaatkan, dan dikembangkan secara mandiri.

Masyarakat Bukan Sekadar Penerima Manfaat

Salah satu prinsip penting dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah menempatkan masyarakat sebagai subjek pemberdayaan. Warga memiliki ruang untuk menyampaikan kebutuhan, pengalaman, dan persoalan yang dihadapi. Dengan pola tersebut, kegiatan pengabdian menjadi proses dua arah: perguruan tinggi membawa pengetahuan dan teknologi, sementara masyarakat menghadirkan konteks lokal yang menentukan relevansi solusi.

Pendekatan tersebut juga memperlihatkan karakter kolaborasi lintas disiplin. Teknologi energi terbarukan dipadukan dengan perspektif pendidikan, pemberdayaan masyarakat, ekonomi, dan pembangunan berkelanjutan. Integrasi ini penting karena pemulihan pascabencana pada dasarnya tidak hanya membutuhkan intervensi teknis, tetapi juga penguatan pengetahuan, keterampilan, partisipasi, dan daya adaptasi masyarakat.

Kolaborasi UT-UPI Mempertemukan Teknologi dan Pendidikan

Bagi UPI, keterlibatan dalam kegiatan ini memperkuat dimensi pendidikan dan pemberdayaan dalam penerapan teknologi. Ketua Mitra, Dr. Dinie Anggraeni Dewi, M.Pd., M.H., menekankan pentingnya sinergi perguruan tinggi agar kontribusi kepada masyarakat tidak bersifat parsial. Kolaborasi lintas institusi memungkinkan beragam kepakaran dipertemukan untuk menjawab persoalan nyata secara lebih utuh.

Sinergi tersebut diharapkan tidak berhenti pada satu kegiatan. UT dan UPI membuka ruang agar kerja sama dapat berkembang melalui penelitian, pengabdian, inovasi teknologi, dan pengembangan model pemberdayaan masyarakat yang semakin kontekstual. Dengan demikian, hasil kegiatan dapat menjadi pijakan untuk program lanjutan yang memberi manfaat lebih luas.

Penempatan panel surya pada area atap dalam rangka penerapan teknologi energi terbarukan pada kegiatan pengabdian.

Panel surya yang disiapkan dalam kegiatan PkM UT-UPI sebagai bagian dari upaya memperkenalkan alternatif energi bersih.

Dari Pascabencana Menuju Masyarakat yang Lebih Tangguh

Pemulihan masyarakat pascabencana membutuhkan proses yang lebih luas daripada sekadar mengembalikan kondisi sebelum bencana. Masyarakat perlu diperkuat dari sisi pengetahuan, keterampilan, kemampuan ekonomi, dan kapasitas beradaptasi terhadap risiko di masa depan. Karena itu, pengenalan energi terbarukan dalam program ini ditempatkan sebagai bagian dari strategi membangun ketahanan masyarakat melalui inovasi dan pemberdayaan.

Pemanfaatan energi surya juga memiliki nilai strategis dalam konteks pembangunan berkelanjutan. Selain memperkenalkan alternatif energi yang lebih bersih, kegiatan ini mendorong kesadaran bahwa teknologi dapat digunakan untuk menopang aktivitas produktif sekaligus memperkuat kemandirian masyarakat. Arah tersebut sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada isu energi bersih, pertumbuhan ekonomi, inovasi, pembangunan inklusif, serta penguatan ketahanan masyarakat.

Perguruan Tinggi Hadir untuk Persoalan Nyata

Kolaborasi ini sekaligus menegaskan posisi perguruan tinggi sebagai mitra strategis masyarakat. Sumber daya pengetahuan, penelitian, dan inovasi yang dimiliki kampus memperoleh makna yang lebih kuat ketika diterjemahkan untuk menjawab persoalan di lapangan. Melalui PkM, kepakaran akademik dipertemukan dengan pengalaman dan kebutuhan masyarakat sehingga solusi yang dikembangkan dapat lebih kontekstual.

Integrasi pendidikan, penelitian, teknologi, dan pengabdian juga membuka peluang bagi terciptanya program yang tidak bersifat sesaat. UT dan UPI berharap kerja sama dapat terus berkembang melalui inovasi teknologi dan pengembangan model pemberdayaan masyarakat, sehingga proses pemulihan dapat bergerak menuju penguatan kapasitas, kemandirian, dan keberlanjutan.

Dari Aceh Tamiang, kolaborasi UT-UPI membawa pesan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat menjadi jembatan antara ilmu pengetahuan dan kebutuhan nyata warga. Ketika teknologi dipadukan dengan pendidikan, partisipasi, dan pemahaman konteks lokal, perguruan tinggi tidak hanya hadir sebagai penyedia solusi, tetapi sebagai mitra masyarakat dalam membangun masa depan yang lebih tangguh, mandiri, produktif, dan berkelanjutan.

Keterangan kegiatan: Pengabdian kepada Masyarakat kolaboratif Universitas Terbuka dan Universitas Pendidikan Indonesia, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, 26 Juli 2026.

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button