Wagub NTT Johni Asadoma Raih Gelar Doktor di Undana

BeritaNasional.ID, KUPANG – Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali menorehkan capaian membanggakan dalam dunia akademik.
Pada Jumat (24/10/2025), Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma resmi dinyatakan lulus dalam Ujian Disertasi Program Doktor (S-3) Ilmu Administrasi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Undana.
Ujian disertasi tersebut berlangsung di Ruang Pimpinan FISIP Undana dan dihadiri oleh tim penguji internal serta eksternal.
Turut hadir dalam ujian ini Prof. Chrysnanda, selaku penguji eksternal yang bergabung secara daring, serta jajaran penguji internal yang terdiri atas Prof. Fredrik L. Benu, Ajis Salim Adang Djaha dan Laurensius P. Sayrani, yang juga bertindak sebagai Ketua Sidang.
Selama proses akademik, Johni Asadoma dibimbing oleh tim promotor berpengalaman, yakni Prof. Aloysius Liliweri, sebagai Ketua Promotor, didampingi oleh Prof. David B. W. Pandie dan Malkisedek N.B.C. Neolaka.
Dalam ujian yang berlangsung itu, Johni Asadoma menampilkan penguasaan materi dan analisis yang mendalam.
Disertasi yang ia susun dinilai memiliki nilai strategis yang tinggi, terutama dalam mendukung peningkatan kualitas kebijakan publik di Provinsi NTT.
Setiap pertanyaan dari tim penguji dijawab dengan argumentasi ilmiah yang lugas dan relevan, menunjukkan kematangan berpikir dan kemampuan analisis kebijakan yang komprehensif.
Para penguji memuji konsistensi dan kedalaman kajian yang disusun oleh promovendus.
Setelah melalui seluruh rangkaian ujian dan rapat tertutup, tim penguji secara resmi menyatakan Johni Asadoma lulus dengan predikat memuaskan, dan berhak menyandang gelar Doktor dalam bidang Ilmu Administrasi dari Undana.
Dalam kesempatan itu, Johni Asadoma menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan menuntaskan studi doktoralnya di tengah kesibukan menjalankan tugas sebagai Wakil Gubernur.
Ia mengakui bahwa proses akademik yang dijalaninya bukanlah hal mudah, namun menjadi pengalaman berharga dalam memperkaya perspektifnya sebagai pejabat publik.
“Saya bersyukur bisa melalui tahap ini dengan baik. Gelar ini bukan hanya pencapaian pribadi, tetapi juga komitmen saya untuk menghadirkan kebijakan yang lebih berkualitas di NTT. Semoga hasil penelitian ini dapat memperkuat arah pembangunan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Johni Asadoma.
Menurut Mantan Kapolda NTT ini, sinergi antara ilmu pengetahuan dan pengalaman birokrasi sangat penting agar setiap kebijakan yang dihasilkan memiliki dasar akademik yang kuat, serta berpihak pada kepentingan publik.
Ketua Sidang sekaligus Koordinator Program Studi S-3 Ilmu Administrasi, Laurensius P. Sayrani, menyampaikan apresiasi atas dedikasi Johni Asadoma dalam menyelesaikan studi doktoralnya di tengah tanggung jawab sebagai pejabat daerah.
“Kami menaruh apresiasi yang tinggi atas komitmen beliau. Ini menjadi kebanggaan bagi Undana, karena berhasil melahirkan seorang pembuat kebijakan yang juga memiliki dasar keilmuan yang kuat. Kehadiran tokoh seperti Pak Johni di dunia akademik merupakan teladan bahwa jabatan publik dan pendidikan tinggi dapat berjalan beriringan,” ujarnya.
Laurensius menambahkan, keberhasilan ini menunjukkan bahwa Undana terus berperan aktif dalam mencetak pemimpin daerah yang berwawasan ilmiah dan berbasis riset.
Ia berharap capaian tersebut menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan aparatur lainnya untuk terus meningkatkan kapasitas akademik.
Usai dinyatakan lulus dalam ujian disertasi tertutup, Johni Asadoma dijadwalkan akan mengikuti Ujian Promosi Terbuka sebagai tahap akhir untuk meraih gelar doktor secara resmi.
Keberhasilan Johni Asadoma menjadi doktor dari FISIP Undana menjadi simbol kuat bahwa Undana terus konsisten dalam melahirkan pemimpin yang berpikir strategis, berorientasi pada ilmu pengetahuan, dan berkomitmen membangun daerah.*
Alberto



