DaerahNasionalSumatera

Wartawan Berita Nasional Sambangi Kakon Margosari ini Sudut Pandangannya

BeritaNasional.ID, PRINGSEWU – Pemerintah Pekon Margosari, Kecamatan Pagelaran Utara Kabupaten Pringsewu semakin maksimal dalam menjalankan tugasnya. Adapun mutu dan pelayanan terhadap masyarakat  pekon, kuncinya selalu mengedepankan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi. Mereka membudayakan sikap tolerir dilatarbelakangi kualitas penyelenggaraan pemerintahan pekon yang bersih dan bersahaja, sebagaimana mengedepankan kebutuhan masyarakat dari hal yang terkecil sekalipun pada umumnya.  Sebagai contoh, dalam pembuatan surat menyurat yang berkaitan dengan dasar kelengkapan admistrasi apapun itu bentuknya, dipekon tersebut tidak pernah dipungut biaya dengan kata lain di gratiskan, hal inilah yang menyebabkan pemerintahan pekon Margosari dimasa sekarang menjadikan dirinya semakin dekat dan dicintai masyarakatnya.

Pencapaian seperti itulah yang menjadikan pemerintah pekon Margosari semakin akrab ditengah masyarakat, dalam menjalankan roda pemerintahan pekon, terhadap masyarakat selalu terjalin hubungan saling bersinergi.

Hal ini tentu sangat menarik untuk diketahui lebih lanjut bahkan lebih dalam, apakah dengan hal sederhana seperti itu saja yang menjadikan pekon Margosari tersebut selalu berputar tanpa sedikitpun cenderung tersangkut sebuah persoalan terkecil sekalipun seperti yang pernah selalu kita dengar kerab terjdi persoalan-persoalan ditengah masyarakat yang terjadi pada pemerintah pekon serta masyarakat lainnya diluar sana.

Kepla pekon Margosari Syahiyidhil Ghofur, S,pd,i saat disambangi dikantornya pada Jumat, (10/9/21) kemarin menuturkan, antara pemerintah pekon setempat beserta masyarakat inti utamanya selalu mengedepankan sikap toleransi dan gotong royong.

Adapun kebijakan-kebijakan yang dibuat pemerintah pekon berdasarkan hati nurani terlahir dari sikap tanggung jawab yang sudah semestinya menjadi landasan utama untuk kepentingan masyarakat.

Kepala pekon berkumis tipis ditengah parasnya yang ganteng itu juga menerangkan, adapun hubungan terhadap masyarakat selalu terjalin erat. Hubungan-hubungan yang selama ini dipenuhi keguyub-rukunan selalu dipertahankan.

Ketika disinggung terkait seperti apa pelayanan yang dikatakan maksimal ditengah masyarakatnya tersebut, ia menjawab, hal itu tentunya tergantung pada diri pemerintah pekon itu sendiri, ” kemampuan dalam pelayanan ditunjukkan bagaimana cara kita membuatnya semakin maksimal serta terbaik, salah satunya keperluan masyarakat yang intinya itu sangat dibutuhkan, insyaallah hal inilah yang selama ini sudah sering kita perbuat, “ucap Syahiyidhil Ghofur.

Ketika disinggung berkaitan dengan pembuatan admistrasi, seperti permohonan masyarakat untuk pembuatan surat menyurat pekon sebagaimana yang dimaksud secara gratis itu seperti apa, itu semua tumbuh dari hari nurani pemerintah pekon, yang sudah menjadi tugasnya untuk melakukan apa yang harus dilakukan selaku pelayanan masyarakat, dalam hal itu sudah menjadi tanggung jawab pekon sebagaimana pelaksana amanah masyarakat.

” insyaallah masyarakat kami layani dengan baik dan selama ini tidak ada keluhan terkait finansial, kmi disini tidak mau menerima pemberian yang berhubungan dengan pembuatan surat-menyurat apapun itu, “tukas Syahiyidhil Ghofur.

Pertemuan antara pemerintah pekon Margosari bersama Wartawan ini berlangsung selama dua jam lebih, ditengah sesi lontaran pertanyaan tidak ada sedikitpun rasa canggung untuk saling bertanya dan menjawab, terlebih lagi dalam pertemuan tersebut banyak diwarnai keakraban sebagaimana hubungan yang dilakukan antar kemitraan Wartawan terhadap pelayanan publik tentunya.

Ketika wartan ini melihat sebuah kotak terletak disudut sentral pelayanan bertuliskan Bank Duafa. Ditambah lagi dengan munculnya salah seorang warga yang sempat memasukkan sejumlah uang didalamnya, kembali muncul pertanyaan kotak apa dan uang apakah itu?.

Kotak Bank Duafa saat dibuka untuk disalurkan.

Syahiyidhil Ghofur menjawab, setiap pelayanan administrasi di kantor Pekon Margosari ini gratis tanpa dipungut biaya, mulai dari surat keterangan sampai surat jual beli tanah serta lain sebagainya.

Akan tetapi, sambung dia, bila masyarakat hendak memberi maka dipersilahkan memasukkannya kedalam kotak Bank Duafa tersebut.
” kemudian setelah 1 atau 2 bulan bahkan lebih maka kotak tersebut dibuka dan dibelanjakan zembako kemudian dibagikan pada kaum duafa terutama janda2 tua, “ungkap dia lagi.

Ditambahkannya lagi, untuk jumlahnya setiap buka kotak 1 sampai 3 bulan biasanya mendapatkan uang Rp.500ribu hingga mencapai Rp.1juta. Untuk pelaksanaanya penyaluran, dilakukan 3 bulan sekali dan dilaksanakan oleh kepala pekon dan seluruh perangkatnya.

” Pemikiran ini timbul dari Visi Misi kepala pekon bahwa semua bentuk administrasi gratis. Karena Kebiasaan lama masyarakat setelah minta surat menyurat dari kantor menanyakan ganti tinta/kertasnya berapa maka dijawab administrasi gratis akan tetapi kalau mau ngasih silahkan dimasukkan dalam Kotak Bank Duafa yang nantinya akan kami salurkan pada masyarakat yang membutuhkan, “tutupnya. (Segara)

Show More

Related Articles

Back to top button