WNA Asal Swedia Bersyahadat di Kota Probolinggo, Perjalanan Wisata Berubah Jadi Awal Kehidupan Baru

BeritaNasional.ID, PROBOLINGGO JATIM – Perjalanan liburan seorang warga negara asing (WNA) asal Swedia, Daniel Emanuel Monasson, berubah menjadi titik balik dalam hidupnya. Saat berada di Kota Probolinggo, Daniel resmi memeluk agama Islam di Mualaf Center Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo pada Minggu (12/4/2026).
Dalam suasana khidmat dan penuh haru, Daniel dengan mantap melafalkan dua kalimat syahadat di hadapan para pembina serta jamaah yang hadir. Prosesi berlangsung sederhana namun sarat makna, disertai doa dan dukungan dari para saksi yang menyaksikan momen tersebut.
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Probolinggo yang juga Direktur Mualaf Center MUI Kota Probolinggo, Ahmad Hudri, mengatakan bahwa peristiwa tersebut menjadi bukti bahwa hidayah dapat datang kepada siapa saja, tanpa memandang latar belakang.
“Ini menjadi kebahagiaan bagi kami. Semoga saudara Daniel dapat terus mendapatkan pendampingan agar semakin memahami Islam dan istiqamah dalam menjalaninya,” ujar Ahmad Hudri.
Ia menjelaskan, keputusan Daniel untuk memeluk Islam bukan terjadi secara tiba-tiba. Ketertarikannya terhadap ajaran Islam sudah muncul sejak ia berada di Swedia, melalui interaksi dengan mahasiswa Indonesia yang memperkenalkan nilai-nilai Islam.
“Dari komunikasi dan diskusi tersebut, muncul ketertarikan hingga akhirnya ia mantap bersyahadat saat berada di Probolinggo,” jelasnya.
Setelah prosesi syahadat, Daniel langsung mengikuti pembinaan dasar keislaman. Ia juga menerima sertifikat sebagai mualaf serta perlengkapan ibadah sebagai bekal awal menjalani kehidupan barunya sebagai seorang muslim.
Saat ini Daniel masih melanjutkan perjalanan wisatanya di Indonesia. Ia diketahui berencana mengunjungi beberapa kota lain di Jawa Timur sebelum kembali ke negaranya.
“Informasinya masih akan melanjutkan perjalanan ke Malang dan Surabaya,” tambah Ahmad Hudri.
Mualaf Center MUI Kota Probolinggo memastikan akan terus memberikan pendampingan kepada para mualaf agar dapat menjalani kehidupan dengan keyakinan, ketenangan, dan penuh keberkahan.
(Yul/Bernas)



