Lagi, Warga Buteng Temukan Mayat Mengambang di Laut

BERITANASIONAL.ID, BUTON TENGAH SULAWESI TENGGARA – Warga Kecamatan Mawasangka, Buton Tengah (Buteng) Sulawesi Tenggara (Sultra) tepatnya di Desa Wakambangura I ditemukan sesosok mayat perempuan terapung kelaut.
Hal ini diketahui oleh salah satu warga bernama La Mahia (40). Saat itu sekitar pukul 07.00 Wita pria yang berprofesi nelayan tersebut hendak kelaut untuk melihat tanaman rumput lautnya (agar).
Sementara lagi memperbaiki tali rumput lautnya, mata La Mahia diganggu dengan sebuah sosok yang mengambang kelaut.
Sempat menyangka boneka, Ia kemudian sempat tidak menghiraukan. Namun karena penasaran, La Mahia kemudian mendekati untuk memastikan.
“Kejadiannya pada Selasa (12/10/21) saat itu La Mahia mendapati sesosok mayat berjenis kelamin perempuan. Karena takut, kemudian saudara La Mahia memanggil warga atas nama La Asa agar memberitahukan kepada warga bahwa ada sesosok mayat mengambang dilaut,” ucap Kapolsek Mawasangka, melalui Kanitresnya Hasrin Nur saat dikonfirmasi, Rabu (13/10/2021).
Setelah diketahui, beberapa warga kemudian menyampaikan kejadian itu pada keluarga almarhum dan kepala desa.
Tak berapa lama, kemudian jasad perempuan yang belakangan diketahui identitasnya bernama Watari kemudian dibawah ke daratan menuju rumah duka.
Dari keterangan keluarga (pamannya) atas nama Hamsa (67), sebelumnya sekira pukul 07.00 pagi, Ia sempat melihat almarhum sarapan nasi kuning lalu berkeliling kampung.
Namun dirinya tidak menyangka kalau apa yang dilihat pagi itu akan menjadi hari terakhir bertemu dengan kemenakannya.
“Setelah diketahui oleh keluarga dan pihak desa kemudian sekitar pukul 12.00 Wita anggota Polsek berkoordinasi dengan pihak keluarga dan Puskesmas Wakambangura untuk dilakukan pemeriksaan kondisi fisik luar dar almarhum,” katanya.
Usai berkoordinasi, kemudian nanti sekira pukul 15.50 Wita dilakukan pemeriksaan luar pada tubuh Watari binti Hadirudin oleh dokter Puskesmas Wakambangura, Yusrin.
“Hasil pemeriksaannya tidak ditemukan tanda tanda kekerasan pada tubuh mayat, tidak ditemukan lebam. Terus kita sampaikan untuk dilakukan Autopsi, tapi mereka (keluarga) tidak mau,” ujarnya.
Menerima sebagai musibah, keluarga almarhum kemudian sekira pukul 17.00 Wita berencana akan mengebumikan jasad almarhum di pemakaman umum Desa Wakambangura 1.
Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, Watari (almarhum) sejak lama telah mengalami gangguan mental. Selama ini alamrhun tinggal bersama orang tuanya bernama Jania, yang juga mengalami gangguan mental (Win)



