
BeritaNasional.ID, Batu Bara Sumut – Program Gerakan Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) dan Bapak Angkat Keluarga Berisiko Stunting (BAKBS) adalah program baru yang digagas untuk melibatkan seluruh pihak di Kabupaten Batu Bara dalam penangan kasus stunting.
Kepala Dinas Kesehatan P2KB drg. Wahid Khusyairi, MM menjelaskan, bahwa gerakan ini berupa donasi dari stakeholder maupun masyarakat yang mampu untuk menjadi donatur dalam memberikan bantuan penanganan stunting.
Dijelaskan bahwa bantuan ini bisa berupa materi maupun bantuan asupan gizi bagi anak yang usia 0-24 bulan yang menderita stunting dan ibu hamil Kurang Energi Kronik (KEK).
“Donasi ini bukan kutipan, tapi sumbangan yang bersifat sukarela untuk anak-anak yang mengalami dan berisiko stunting,” jelas drg. Wahid dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan, Kamis (29/12/2022).
Ia menjelaskan bahwa dana yang dihimpun ini ditransfer langsung kepada TP PKK Desa sebagai tim pengelolah program gerakan BAAS dan BAKBS melalui DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting).
Kemudia dana yang diterima ini untuk membeli bahan makanan lokal yang ada di Desa yang diolah menjadi makanan tambahan yang sesuai dengan standar gizi dan untuk diberikan kepada sasaran, yaitu balita stunting atau keluarga berisiko stunting, yaitu ibu hamil KEK.
Hal ini merupakan implementasi dari Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting dan Peraturan BKKBN RI nomor 12 tahun 2021 tentang rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Angka Stunting Indonesia tahun 2021-2024.
Menindak lanjuti peraturan ini, sebagai bentuk komitmen Pemkab Batu Bara dalam percepatan penurunan angka stunting ditandai dengan diterbitkannya berbagai aturan dan kebijakan, diantaranya melalui Perbup Batu Bara nomor 102 tahun 2022 tentang program Gerakan BAAS dan BAKBS melalui Pengelolaan DASHAT.
Kemudian ditindaklanjuti melalui Surat Keputusan Bupati Batu Bara nomor 676/DINKESPPKB/2022 tentang besaran donasi aparatur pemerintah Kabupaten Batu Bara dalam program Gerakan BAAS dan BAKBS.
“Karena itu menjadi tugas bersama, untuk terus melakukan berbagai upaya yang berkesinambungan, mulai dari hulu sampai ke-hilir untuk kembali mengedukasi masyarakat mengubah perilaku hidup sehat,” tegasnya.
Untuk itu dijelaskan Wahid pula, bahwa pihaknya dari tenaga kesehatan di Batu Bara terus melakukan pengamatan serta pemantauan terhadap masyarakat rentan, khususnya ibu hamil dan bayi sejak dini dalam penanganan Stunting di Batu Bara. (FTR-BB/01)



