Satsamapta Polres Situbondo Torehkan Prestasi Humanis, PASABBER dan PADI BERKAH Raih Penghargaan Polda Jatim

BeritaNasional.id, SITUBONDO, JATIM -Semangat humanisme kembali menjadi sorotan dalam tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia. Kali ini, giliran Satuan Samapta Polres Situbondo yang menorehkan prestasi membanggakan melalui dua program inovatif bertajuk PASABBER (Pasukan Samapta Berbagi) dan PADI BERKAH (Patroli Dialogis Sambil Bersedekah). Keduanya berhasil mendapatkan penghargaan khusus dari Direktorat Samapta Polda Jawa Timur, sebagai bentuk apresiasi terhadap inisiatif sosial yang nyata menyentuh kehidupan masyarakat bawah.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Dirsamapta Polda Jatim Kombes Pol Budi Karyono, S.H., dalam kegiatan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Fungsi Samapta Polda Jatim Tahun Anggaran 2025 yang berlangsung di Hotel Batu, Kota Batu
Dalam sambutannya, Kombes Pol Budi Karyono memberikan apresiasi tinggi atas kerja nyata dan pendekatan kreatif yang dilakukan oleh jajaran Satsamapta Polres Situbondo dalam mengedepankan fungsi kemanusiaan di balik seragam kewenangan.
“Inovasi PASABBER dan PADI BERKAH ini adalah contoh konkret dari pendekatan humanis kepolisian. Mereka tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga menjadi jembatan kasih, hadir memberi harapan, makanan, dan kepedulian bagi yang membutuhkan,” ujar Kombes Budi. Rabu (28/05).
Program ini menjadi bukti bahwa tugas kepolisian tidak berhenti pada tindakan represif atau patroli rutin, melainkan bisa diisi dengan kegiatan-kegiatan yang membangun kepercayaan publik dan mempererat hubungan emosional antara aparat dan warga.
Program PASABBER lahir dari ide sederhana namun berdampak besar—menyisipkan nilai berbagi dalam setiap aktivitas kepolisian di lapangan. Tak lagi hanya menegakkan aturan, pasukan Samapta kini juga membagikan makanan, sembako, dan senyum hangat kepada masyarakat kurang mampu, tunawisma, serta mereka yang kerap terabaikan dalam arus keseharian.
Sementara itu, PADI BERKAH menjadi pelembut dalam patroli dialogis yang kini semakin disenangi masyarakat. Patroli bukan lagi dianggap sekadar pengawasan, melainkan menjadi sarana komunikasi dua arah—dengan membawa bekal sedekah, makanan sehat, dan bantuan darurat, petugas mampu mengubah patroli menjadi momen kemanusiaan yang menyentuh batin masyarakat.
Program ini juga menyentuh berbagai lapisan sosial. Setiap pekan, bantuan rutin disalurkan ke Sekolah Luar Biasa (SLB), panti asuhan, pesantren, dan tempat ibadah. Bahkan di beberapa kesempatan, petugas mendatangi langsung rumah warga lansia sebatang kara untuk berbagi makanan bergizi dan mendengar keluh kesah mereka
Kepala Satuan Samapta Polres Situbondo, Iptu Rachman Fadli Kurniawan, S.H., M.M., menyampaikan rasa syukur dan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program inovatif berbasis kemitraan dan kasih sayang.
“Kami merasa terhormat atas apresiasi dari Polda Jatim. Ini bukan sekadar penghargaan, tapi pelecut semangat. Kami ingin menjadikan Polri sebagai institusi yang dekat dengan hati rakyat, bukan sekadar penjaga aturan, tapi penjaga rasa aman dan pengayom yang peduli,” ujarnya.
Rachman juga menambahkan bahwa pihaknya tengah menyiapkan pengembangan program ke skala yang lebih luas dengan menggandeng pihak-pihak swasta, komunitas sosial, hingga kelompok keagamaan untuk membentuk jejaring bantuan yang berkelanjutan.
Dampak dari program ini telah nyata dirasakan. Warga Situbondo menyambut baik pendekatan baru dari Satsamapta. Banyak di antaranya yang sebelumnya takut atau sungkan kini merasa nyaman untuk berbicara dan berdiskusi langsung dengan petugas. Anak-anak SLB yang menerima makanan sehat tampak ceria, para pengasuh panti asuhan merasa didukung, dan masyarakat umum mulai menilai Polri dengan sudut pandang baru: mitra yang menyentuh nurani.
Dalam skema besar transformasi Polri Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan), PASABBER dan PADI BERKAH menjadi contoh nyata implementasi nilai kemanusiaan dalam tubuh institusi kepolisian.
Dengan keberhasilan yang telah dicapai, Satsamapta Polres Situbondo patut menjadi role model nasional. Pendekatan seperti ini dapat direplikasi oleh satuan kepolisian lain di seluruh Indonesia, menciptakan gerakan humanis kepolisian yang masif dan menyentuh dari pusat hingga pelosok.
Sejatinya, keamanan bukan hanya soal tidak adanya kejahatan, tetapi juga hadirnya ketenangan jiwa dan keyakinan bahwa negara hadir dalam bentuk senyum, bantuan, dan empati.
Dan di Situbondo, senyum itu kini bernama PASABBER dan PADI BERKAH.



