Bupati Bondowoso Apresiasi PKB

BeritaNasional.ID, BONDOWOSO JATIM – Seluruh kader PKB, mulai dari DPC, Anggota Fraksi, PAC hingga Ranting memadati kantor PKB di Jl Santawi Kecamatan/Kabupaten Bondowoso. Para kader ini memeriahkan Hari Lahir (Harlah) ke-27 tahun 2025.
Disamping itu, Harlah PKB juga dihadiri oleh orang nomor 1 dan 2 Bondowoso, yaitu Bupati KH. Abd. Hamid Wahid dan Wakil Bupati Lora As’ad Yahya Syafi’i, serta seluruh tokoh NU. Kegiatan ini dijadikan momen reflektif sekaligus penguatan komitmen partai terhadap perjuangan politik dan sosial yang berakar dari nilai-nilai Nahdlatul Ulama (NU).
Ra Hamid, sapaann Bupati, menyampaikan apresiasi atas kiprah PKB dalam pembangunan daerah. Ia menekankan pentingnya refleksi diri di usia PKB yang ke-27 agar dapat semakin memperkuat kontribusinya kepada masyarakat.
“Kami berharap PKB bisa melakukan refleksi dan memperteguh perannya terhadap kontribusi di masyarakat. Usia 27 tahun adalah usia yang sudah matang untuk memantapkan langkah dan posisi dalam pembangunan daerah,” ujar Bupati.
Diungkapkan, hubungan antara PKB dan Pemerintah Kabupaten Bondowoso selama ini terjalin sangat baik. Sebagai bagian dari koalisi besar di parlemen, sinergi antara eksekutif dan legislatif berjalan harmonis dan saling menunjang antara satu dengan yang lain.
Sementata Ketua DPC PKB Bondowoso H. Ahmad Dhafir menegaskan, bahwa Harlah kali ini menjadi momen untuk introspeksi dan mengenang perjalanan panjang PKB sejak didirikan pada tahun 1998.
“Kelahiran PKB merupakan aspirasi warga NU yang disampaikan melalui PBNU dan PWNU. PKB ini lahir dari aspirasi warga NU yang meminta agar NU melahirkan partai. PKB merupakan partai yang terbuka untuk semua,” tegasnya.
Politisi yang juga Ketua DPRD itu menyampaikan, PKB bukan hanya menjadi partai pengusung pasangan Rahmad (Ra Hamid-Ra As’ad) dalam Pilkada, tetapi juga bertanggung jawab untuk terus mengawal jalannya pemerintahan.
Pada tahun 2024, lanjutnya, PKB mengusung pasangan Rahmad. Maka, tanggung jawab PKB tidak berhenti dalam pencalonan dan pemenangan saja, tapi punya tanggung jawab untuk mengawal jalannya pemerintahan yang telah didukung. (Bernas/Syamsul Arifin)



