Nusa Tenggara Timur

Gelombang Dukungan Mengalir, Prof. Taneo Siap Tarung di Pilrek Undana 2025–2029

BeritaNasional.ID, KUPANG — Gelombang dukungan terus mengalir untuk Prof. Malkisedek Taneo, yang kini menjabat Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nusa Cendana (Undana). Ia digadang-gadang maju sebagai salah satu bakal calon Rektor Undana periode 2025–2029.

Persiapan serius tengah dilakukan, termasuk pembentukan tim kecil yang bertugas merumuskan visi dan misi. Prinsip keberlanjutan menjadi fokus utama, yakni melanjutkan capaian strategis Undana sebelumnya sekaligus membawa pembaruan demi pengembangan universitas ke arah lebih modern dan kompetitif. “Keinginan Bapak Dekan FKIP untuk maju sebagai calon Rektor adalah mimpi yang telah lama kami dambakan. FKIP adalah fakultas terbesar dengan sumber daya terbesar di Undana, tapi sepanjang sejarah belum pernah menduduki posisi nomor satu,” ujar Dr. Markus Umbu Yewang, Ketua Senat FKIP Undana, Rabu 13 Agustus 2025.

Markus menegaskan, di bawah kepemimpinan Prof. Taneo, FKIP berhasil menorehkan prestasi gemilang. Tujuh program studi kini berstatus unggul, dan tiga di antaranya telah meraih akreditasi internasional—sebuah pencapaian yang jarang terjadi di Undana.

“Ini bukan anugerah instan, melainkan hasil kerja keras, sinergi, dan semboyan FKIP sebagai rumah kita bersama. Selama ini yang kita banggakan hanya prodi peternakan, tapi sekarang FKIP membuktikan diri mampu melahirkan program studi berkelas,” kata dia.

Selain capaian akademik, sosok Prof. Taneo dikenal sebagai pemimpin yang tegas namun rendah hati. Hal ini disampaikan oleh Dr. Moses Kopong Tokan, yang telah lama bekerja bersama beliau. “Saya kenal beliau hampir lima tahun. Kantornya selalu terbuka, siapa saja bisa masuk tanpa protokoler. Beliau mau mendengar dosen, mahasiswa, bahkan staf. Sebelum memutuskan sesuatu, selalu melibatkan wakil dekan agar keputusan benar-benar kolektif,” ujar Tokan, mantan Wakil Dekan I FKIP.

Menurutnya, sifat tersebut menjadi modal penting bagi seorang pemimpin universitas yang besar seperti Undana. “Jadi pemimpin tidak boleh berjalan sendiri, harus mendengar banyak pihak. Itu yang beliau lakukan,” tambahnya.

Prof. Taneo bukan nama baru di dunia akademik Undana. Ia telah menempuh perjalanan panjang: pernah menjadi Ketua Jurusa, dua periode sebagai pembantu Wakil Dekan III, pernah menjabat sebagai pembantu Plt Wakil Dekan I, dan saat ini menjabat sebagai Dekan FKIP periode kedua. “Dengan pengalaman yang matang ini, kami yakin beliau sangat siap memimpin Undana menuju masa depan yang lebih baik,” kata Tokan.

Dukungan yang semakin menguat dari FKIP diyakini menjadi kekuatan besar. Sebagai fakultas dengan jumlah mahasiswa dan sumber daya terbanyak, FKIP optimistis Prof. Taneo mampu membawa Undana menjadi universitas yang lebih maju, berdaya saing, dan berkelas internasional. “Ini saatnya mimpi kami menjadi kenyataan. Dengan kapasitas yang dimiliki Prof. Taneo, Undana akan naik level,” pungkasnya.

Wakil Dekan I FKIP Undana, Dr. Damianus Dao Samo, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya terhadap perjalanan panjang FKIP selama ini. “Kita berada di lingkungan yang luar biasa dengan berbagai capaian besar. Semua ini tentu memberikan kontribusi signifikan bagi Undana secara keseluruhan. Capaian-capaian ini menjadi langkah awal agar berdampak lebih luas ke fakultas-fakultas lain,” ujarnya.

Ia juga menilai Prof. Taneo memiliki kapasitas dan prestasi yang mumpuni untuk membawa Undana ke level yang lebih tinggi. “Kami yakin beliau mampu mewujudkan tata kelola universitas yang lebih baik ke depan,” tuturnya.

Senada dengan itu, Aleksius Madu, menyoroti karakter kepemimpinan Prof. Taneo yang dinilainya komunikatif dan tidak membeda-bedakan. “Sebagai dosen, kita paham karakter orang. Saya lihat beliau memiliki kepribadian yang berbeda dari yang lain, terutama dalam hal komunikasi. Ini yang dibutuhkan seorang pemimpin,” ungkap Aleksius.*

(Alberto)

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button