HUT RI ke-80 di Jambi, WALHI & BPR Terbangkan Layang-Layang “Tolak Stockpile PT. SAS”

BeritaNasional.ID, JAMBI – Festival Layang-Layang yang digelar Pemerintah Kota Jambi dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-80, Kamis (14/8/2025), mendadak menjadi sorotan bukan hanya karena meriahnya atraksi di langit, tetapi juga hadirnya pesan protes lingkungan dari udara.
Di tengah puluhan layang-layang berwarna-warni, tampak satu layang-layang raksasa berwarna dominan hitam, berukuran sekitar tiga meter dengan ekor sepanjang 16 meter, bertuliskan “Tolak Stockpile PT. SAS”. Layang-layang tersebut diterbangkan oleh Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jambi bersama Barisan Perjuangan Rakyat (BPR) sebagai simbol perlawanan terhadap dugaan pencemaran lingkungan akibat aktivitas PT. SAS.
Direktur WALHI Jambi, Oscar Anugrah, menjelaskan bahwa aksi ini sengaja dilakukan untuk memanfaatkan momentum kemerdekaan sebagai pengingat kepada pemerintah daerah agar berpihak kepada rakyat.
“Layang-layang ini adalah simbol suara rakyat. Kemerdekaan sejati bukan hanya bebas dari penjajahan asing, tetapi juga bebas dari ancaman lingkungan kotor dan berbahaya bagi kesehatan. Kami mendesak Gubernur dan Wali Kota Jambi tegas berpihak pada rakyat, bukan pada pemodal perusak lingkungan,” ujarnya.
Ketua BPR, Rahmat Supriadi, menambahkan bahwa aksi ini sekaligus menolak pembangunan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) PT. SAS yang berada di kawasan padat penduduk, meliputi Kelurahan Aur Kenali, Mendalo Darat, Mendalo Laut, Penyengat Rendah, dan sekitarnya.
“Pemerintah harus menegakkan Perda RTRW yang telah dilanggar PT. SAS. Segel wilayah TUKS dan hentikan seluruh aktivitasnya. Rakyat harus dilindungi dari dampak buruk lingkungan yang nyata,” tegasnya.
WALHI Jambi dan BPR memastikan akan terus mengawal penolakan ini hingga pemerintah menjalankan kewajibannya melindungi hak rakyat atas lingkungan hidup yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Festival Layang-Layang tahun ini diikuti oleh 78 peserta dengan beragam bentuk dan warna. Meski suasana meriah, pesan tegas yang terbang di langit Jambi sore itu menjadi pengingat bahwa kemerdekaan juga berarti bebas dari ancaman kerusakan lingkungan.



