DaerahJawa TimurPendidikanSitubondo

Kondisi Darurat, Satu Ruang Dipakai Dua Kelas, Guru SD Minta Bantuan DPC PKB Situbondo

BeritaNasional.id, SITUBONDO — Kondisi ruang kelas yang rusak parah dan dinilai membahayakan keselamatan siswa mendorong seorang guru SDN 3 Seletreng, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo, mengadukan persoalan tersebut ke Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Situbondo.

Guru kelas bernama Indah itu datang langsung ke kantor DPC PKB pada Jumat (5/6/2026), setelah sebelumnya bersama operator sekolah menyerahkan berkas pengaduan lengkap dengan dokumentasi kerusakan.

Indah mengungkapkan, kerusakan ruang kelas sebenarnya telah dilaporkan ke pemerintah daerah sejak 2023. Namun hingga kini, belum ada realisasi perbaikan.

Ruangan di SDN 3 Seletreng rusak parah

Ia menjelaskan, kondisi ruang kelas kini semakin memprihatinkan. Atap bangunan bahkan sempat menggantung dan nyaris mengenai siswa saat kegiatan belajar berlangsung.

“Beberapa waktu lalu atapnya sudah bergelantungan dan hampir kena murid. Itu yang membuat kami khawatir karena bisa fatal kalau sampai jatuh,” katanya.

Selain itu, keterbatasan ruang membuat kegiatan belajar mengajar menjadi tidak optimal. Satu ruang kelas terpaksa digunakan untuk dua kelas sekaligus, sehingga suasana menjadi bising dan mengganggu konsentrasi siswa.

“Karena hanya satu kelas yang rusak parah, akhirnya dijadikan dua kelas dalam satu ruangan. Pembelajaran jadi tidak kondusif,” tambahnya.

Menurut Indah, awalnya pihak sekolah masih berupaya menunggu realisasi bantuan dari pemerintah. Namun karena kondisi semakin darurat dan menyangkut keselamatan siswa, ia bersama rekan guru memutuskan mencari alternatif solusi.

Ia sempat berencana menyampaikan langsung keluhan kepada bupati melalui media sosial, namun mengurungkan niat tersebut. Hingga akhirnya mengetahui adanya layanan pengaduan masyarakat di DPC PKB Situbondo.

“Dengan izin kepala sekolah, kami berinisiatif mengadu ke DPC PKB, berharap ada solusi atau bantuan,” ujarnya.

Dalam surat pengaduannya, Indah juga menyampaikan permohonan bantuan kepada anggota DPR RI dari Fraksi PKB daerah pemilihan Situbondo, HM Nasim Khan.

Menanggapi hal tersebut, Nasim Khan menyatakan pihaknya telah menerima aspirasi tersebut dan langsung melakukan komunikasi dengan Dinas Pendidikan Situbondo untuk melakukan verifikasi.

“Aspirasi sudah kami terima. Tim dan fraksi juga sudah berkomunikasi dengan dinas pendidikan untuk memastikan apakah sekolah tersebut sudah masuk dalam anggaran APBD atau belum,” katanya.

Ia menegaskan, kondisi sekolah yang dinilai membahayakan harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah,“Karena ini menyangkut keselamatan siswa. Jangan sampai menunggu kejadian baru ditangani,” ujarnya.

Nasim juga berharap ke depan pemerintah daerah bersama DPRD lebih responsif dalam menyerap aspirasi masyarakat, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan dasar seperti pendidikan.

“Semoga ke depan aspirasi masyarakat bisa masuk dalam program anggaran prioritas. Ini penting dan bermanfaat langsung bagi masyarakat,” ucapnya.

Ia juga mendorong agar pemerintah daerah dan dinas terkait lebih aktif berkoordinasi dengan pemerintah provinsi maupun pusat guna mencari sumber pendanaan alternatif untuk perbaikan infrastruktur pendidikan.

Sementara itu, pihak sekolah berharap pengaduan tersebut segera mendapat respons nyata, mengingat kondisi ruang kelas yang sudah sangat mendesak untuk diperbaiki.

“Harapan kami sederhana, semoga segera ada perbaikan agar anak-anak bisa belajar dengan aman dan nyaman,” kata Indah.

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button