DaerahNusa Tenggara Timur

Prof. Taneo di Yudisium FKIP: Belajar Itu Kebutuhan Sepanjang Hayat

BeritaNasional.ID, KUPANG — Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti Aula Lantai II Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nusa Cendana (Undana) pada Senin (25/8/2025). Sebanyak 817 mahasiswa resmi mengikuti yudisium yang digelar dalam dua sesi, pagi dan siang. Momen ini menjadi tonggak penting bagi para calon pendidik yang siap menapaki jalan pengabdian di dunia pendidikan.

 

Dekan FKIP Undana, Prof. Malkisedek Taneo, dalam sambutannya menegaskan bahwa yudisium bukan sekadar seremoni formal, tetapi awal perjalanan baru sebagai alumni Undana.

 

“Selain yudisium, hari ini kami melepas Anda semua sebagai alumni. Saya menyampaikan terima kasih kepada para orang tua dan keluarga yang telah mempercayakan FKIP sebagai tempat menimba ilmu. Dukungan mereka selama ini, baik secara akademik maupun non-akademik, menjadi bagian penting dari capaian kita bersama,” ujar Prof. Taneo.

 

Dalam pesan yang penuh motivasi, Prof. Taneo menekankan bahwa meskipun para mahasiswa telah resmi menjadi alumni, proses belajar tidak boleh berhenti.

 

“Belajar itu bukan pilihan, tetapi kebutuhan. Saya tekankan, jadikan belajar sebagai kebutuhan wajib, karena dunia terus berubah. Dengan terus meng-update ilmu dan memperluas wawasan, Anda akan mampu bersaing di tengah seleksi yang semakin ketat,” tegasnya.

 

Ia juga mengingatkan para lulusan untuk tidak melupakan almamater yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan mereka.

 

“FKIP adalah rumah kita bersama. Jadikan Undana sebagai rumah yang selalu dirindukan, tempat kita kembali untuk berbagi, memberi inspirasi, dan mengharumkan nama baik almamater,” urainya.

 

Yudisium ini menjadi penanda bahwa 817 lulusan FKIP Undana siap mengemban amanah sebagai pendidik profesional, inovatif, dan adaptif terhadap tantangan zaman.

 

Dengan bekal ilmu dan pengalaman selama perkuliahan, mereka diharapkan mampu membawa perubahan di dunia pendidikan, khususnya di Nusa Tenggara Timur dan Indonesia pada umumnya.*

 

(Alberto)

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button