Kemendiktisaintek Segera Wawancarai Tiga Calon Rektor Undana, Prof. Maxs Sanam: Kita Ikuti Jadwal Menteri

BeritaNasional.ID, KUPANG – Proses pemilihan Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana) periode 2025–2029 kian mendekati tahap penentuan.
Rektor Undana, Prof. Maxs U. E. Sanam, mengungkapkan bahwa Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) akan segera melaksanakan wawancara terhadap tiga calon rektor Undana sebelum pelaksanaan pemilihan final.
Dalam keterangannya, Prof. Maxs menjelaskan bahwa wawancara tersebut akan dihadiri langsung oleh ketiga calon rektor bersama dirinya sebagai rektor aktif, serta Ketua Panitia Pemilihan Rektor, Prof. Simon Sabon Ola.
Wawancara ini menjadi bagian penting dari proses evaluasi kementerian terhadap visi, integritas, serta rekam jejak akademik dan kepemimpinan para kandidat sebelum tahap akhir penentuan dilakukan.
“Tahapan berikutnya adalah wawancara oleh pihak kementerian. Setelah itu baru dilakukan pemilihan bersama Menteri, yang bisa saja hadir langsung ke Undana atau diwakili oleh Dirjen Kemendiktisaintek,” ujar Prof. Maxs, Selasa 28 Oktober 2025.
Ia menambahkan bahwa dalam mekanisme pemilihan rektor Undana, suara Menteri memiliki bobot sebesar 35 persen, sementara sisanya berasal dari anggota Senat Universitas.
“Hasil akhir baru akan menentukan siapa yang dipercayakan untuk memimpin Undana empat tahun ke depan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Prof. Maxs menjelaskan bahwa proses pemilihan tahap pertama telah berlangsung pada September 2025.
Saat ini, pihak kementerian kemungkinan masih melakukan pengumpulan informasi mendalam mengenai rekam jejak dan kinerja masing-masing calon rektor.
Menurut Rektor, tahapan tersebut merupakan bagian dari upaya Kemendiktisaintek untuk memastikan figur yang terpilih nantinya benar-benar layak dan memiliki komitmen kuat untuk membawa Undana ke arah yang lebih maju.
“Mungkin saat ini kementerian sedang menelusuri rekam jejak para calon rektor. Waktunya masih cukup memadai untuk mereka. Saat saya terpilih pada 2021 lalu, pemilihan baru dilakukan pada 13 November 2021. Jadi, kalau dilihat dari waktu sekarang, masih ada ruang yang cukup untuk kementerian menuntaskan tahapan ini,” ungkapnya.
Prof. Maxs menegaskan bahwa seluruh proses pemilihan rektor tetap berada dalam kendali kementerian.
Jika terjadi perubahan jadwal atau penundaan, maka informasi tersebut akan disampaikan secara resmi oleh Kemendiktisaintek.
“Kita tidak boleh berspekulasi terkait proses ini. Semuanya akan berjalan sesuai jadwal dari Pak Menteri, Prof. Brian Yuliarto,” kata Prof. Maxs.
Sebagaimana diketahui, masa kepemimpinan Prof. Maxs Sanam sebagai Rektor Universitas Nusa Cendana akan berakhir pada awal Desember 2025.
Ia berharap seluruh tahapan dapat diselesaikan tepat waktu sehingga proses transisi kepemimpinan berjalan lancar dan kondusif.
Sementara itu, tiga calon rektor Undana yang akan menjalani wawancara dengan Kemendiktisaintek adalah Prof. Malkisedek Taneo, yang saat ini menjabat sebagai Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP); Prof. Apris Adu, Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM); dan Prof. Jefri Bale, yang menjabat sebagai Wakil Rektor IV.
Tahapan wawancara ini menjadi momen penting dalam perjalanan Undana menuju era kepemimpinan baru.*
Alberto



