Gemarikan Strategi Nyata Penurunan Stunting Melalui Intervensi Gizi Sejak Usia Dini

BeritaNasional.ID, LUMAJANG JATIM- Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di Kabupaten Lumajang menegaskan perannya sebagai strategi nyata penurunan stunting melalui intervensi gizi sejak usia dini.
Kegiatan ini menyasar 120 siswa dari lokus stunting di Desa Karangbendo, Kecamatan Tekung, sebagai upaya konkret pemerintah untuk meningkatkan status gizi anak-anak dan memperkuat daya tahan tubuh mereka terhadap penyakit.
Ketua TP PKK sekaligus Ketua Forikan Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, menjelaskan, stunting adalah masalah multidimensi yang memengaruhi kapasitas belajar, perkembangan fisik, dan daya saing generasi.
“Tanpa gizi seimbang sejak awal, pertumbuhan anak akan terganggu. Konsumsi ikan secara rutin menjadi salah satu solusi efektif karena kaya protein, omega-3, vitamin, dan mineral yang penting bagi otak dan tubuh,” ujarnya.
Gemarikan di SD Negeri Karangbendo 04, Selasa (4/11/2025), dilaksanakan dengan pendekatan edukatif dan partisipatif. Anak-anak terlibat langsung dalam demo masak berbahan ikan, lomba edukasi gizi, serta sesi interaktif mengenai manfaat protein hewani. Metode ini dirancang agar pengetahuan tentang gizi tidak hanya diterima secara pasif, tetapi membentuk kebiasaan makan sehat sejak dini.
Dewi Natalia menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari intervensi gizi spesifik yang mendukung target nasional penurunan stunting. Dengan konsumsi ikan yang teratur, anak-anak berpeluang mengalami perbaikan status gizi secara signifikan, meningkatkan pertumbuhan tinggi badan, kekuatan fisik, dan imunitas tubuh.
“Upaya ini bukan sekadar simbolis. Setiap anak berhak mendapat gizi optimal, dan Gemarikan menjadi fondasi konkret untuk menurunkan stunting serta membangun generasi cerdas, tangguh, dan sehat di Lumajang,” ucapnya
Kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penentu keberhasilan. Dinas Perikanan, Dinas Pendidikan, dan TP PKK bekerja sama untuk memastikan distribusi ikan bergizi, pendampingan orang tua, serta integrasi edukasi gizi ke dalam kegiatan sekolah.
Kepala Dinas Perikanan, Yuli Harismawati, menekankan, bahwa Gemarikan harus menghasilkan dampak nyata bagi anak-anak di lokus stunting, bukan sekadar kegiatan formalitas.



