DaerahNusa Tenggara Timur

Rektor Undana Serukan Kepahlawanan Akademik di Tengah Disrupsi dan Krisis Global

BeritaNasional.ID, KUPANG – Dalam momentum peringatan Hari Pahlawan Nasional 10 November 2025, Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Maxs U. E. Sanam, menyerukan agar seluruh civitas akademika meneladani semangat para pahlawan dengan cara baru yang relevan dengan tantangan zaman.

Melalui narasi reflektif bertajuk “Menghidupkan Semangat Juang di Tengah Tantangan Zaman”, Rektor menegaskan bahwa perjuangan hari ini tidak lagi di medan perang bersenjata, tetapi di medan ilmu pengetahuan, moralitas, dan kemanusiaan.

Prof. Maxs menyampaikan bahwa semangat kepahlawanan harus dihidupkan melalui tindakan nyata, karya intelektual, serta komitmen terhadap perubahan sosial.

Ia menegaskan bahwa bangsa Indonesia kini tengah menghadapi bentuk perjuangan yang berbeda—yakni perang melawan kemiskinan, kebodohan, ketimpangan sosial, degradasi moral, serta krisis iklim dan ketahanan pangan.

“Kita tidak lagi berperang dengan senjata, tetapi dengan ilmu pengetahuan, riset, dan kerja keras. Pahlawan masa kini adalah mereka yang berani berpikir kritis, bersikap jujur, dan berkomitmen menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat,” ujar Prof. Maxs kepada Bernas.

Sebagai perguruan tinggi terbesar di Nusa Tenggara Timur, Universitas Nusa Cendana memiliki peran strategis sebagai mercusuar harapan dan pusat solusi berbasis riset, teknologi, serta pemberdayaan masyarakat.

Prof. Maxs menekankan bahwa Undana harus hadir sebagai kampus yang tidak terpisah dari kehidupan rakyat, tetapi menjadi bagian dari perjuangan kolektif untuk mengangkat harkat dan martabat masyarakat NTT.

“Sebagai universitas yang tumbuh di daerah kepulauan dengan berbagai keterbatasan—mulai dari kemiskinan struktural, akses pendidikan, hingga persoalan air bersih dan perubahan iklim—Undana dipanggil untuk menjadi pelopor inovasi yang membebaskan,” tegasnya.

Dalam refleksinya, Prof. Maxs mengajak seluruh dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan untuk menjadi “pahlawan di bidangnya masing-masing” dengan menyalakan obor peradaban melalui kerja keras, kejujuran, dan dedikasi.

Rektor menegaskan bahwa kampus bukanlah menara gading yang jauh dari rakyat, tetapi rumah perjuangan bagi agen perubahan.

“Ilmu pengetahuan dan riset harus menjadi jalan menuju kemandirian dan keadilan sosial. Setiap insan Undana adalah pahlawan—yang melalui pengabdian dan karya ilmiahnya membawa cahaya bagi Nusa Tenggara Timur,” katanya.

Prof. Maxs juga mengungkapkan bahwa momentum Hari Pahlawan harus menjadi panggilan moral bagi seluruh civitas akademika untuk terus berani berpikir besar, bekerja keras, dan berjuang bersama rakyat dalam membangun masa depan NTT yang lebih sejahtera, berkelanjutan, dan berkeadilan.

“Semoga semangat para pahlawan senantiasa menuntun langkah kita, dan Universitas Nusa Cendana terus menjadi sumber inspirasi dan perubahan bagi Indonesia Timur serta bangsa Indonesia,” tuturnya.

Alberto/Bernas

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button