Lampiaskan Kegeraman, Warga Kaligedang ‘Serbu’ Mapolsek Ijen

BeritaNasional.ID, BONDOWOSO JATIM – Warga Dusun/Desa Kaligedang Kecamatan Ijen marah. Karena Polisi menangkap salah satu terduga pelaku pengrusakan atau penebangan ribuan pohon kopi.
Aksi ‘serbu’ petani Ijen tersebut terekam dalam video amatir. Dalam rekamana video tampak kerumunan massa, baik laki-laki maupun perempuan, memadati halaman dan pintu masuk kantor Polsek Ijen.
Tanpa dikomando para ‘pendemo’ merangsek masuk ke dalam Polsek. Namun usaha mereka terhalau oleh anggota Polsek. Saling dorong-mendorongpun terjadi, sehingga ahirnya mereka keluar.
Keterbatasan anggota Polsek Ijen, membuat kerumunan massa berhasil menembus pertahanannya. Dan mereka berhasil membawa paksa Kapolsek Suherdi menemui massa yang menungu di jalan raya depan Mapolsek.
Entah apa maksud mereka datang ke Mapolsek Ijen dengan membawa Senjata tajam (Sajam) jenis celurit. Bahkan dalam video lain terlihat, massa menurunkan bendera Merah Putih di halaman kantor Polsek.
Kapolres Bondowoso, AKBP Harto Agung Cahyono, belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut. Dikonfirmasi via WA juga belum direspon. Sehingga tidak diketahui motif warga ‘menculik’ Kapolsek Suherdi.
Namun informasi yang berhasil dihimpun BeritaNasional.ID, aksi tersebut diduga dipicu penangkapan seorang warga Desa Kaligedang terkait kasus dugaan pengrusakan kebun kopi. Diduga pelakunya 13 orang, salah satunya ditangkap polisi.
Itulah alasan mengapa warga dan keluarga terduga pelaku mendatangi Polsek. Amarah dan kegeraman massa memuncak dan mereka menekan aparat kepolisian. Situasi yang semakin tegang berujung pada penyeretan Kapolsek Ijen keluar dari kantor.
Kemudian Kapolsek Suherdi diseret dan diarak ke jalan. Diduga massa menggiringnya menuju Dusun/Desa Kaligedang, alamat warga yang ditangkap polisi. Saat dibawa oleh massa, terlihat tangan dan leher Kapolsek diikat tali tambang. (Syamsul Arifin/Bernas)



