batu

Setahun Memimpin Kota Batu, Nurochman–Heli Paparkan Deretan Capaian Mbatu Sae

 

KOTA BATU – Pemerintah Kota Batu menggelar refleksi satu tahun kepemimpinan Wali Kota Batu Nurochman bersama Wakil Wali Kota Heli Suyanto di Gedung Graha Pancasila Balai Kota Among Tani, Rabu (11/3/2026). Kegiatan ini menjadi momentum evaluasi sekaligus pemaparan capaian pembangunan selama setahun memimpin Kota Batu periode 2025–2030.

Pasangan Nurochman–Heli diketahui resmi dilantik oleh Presiden RI Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025 di Istana Kepresidenan Jakarta. Sejak saat itu, keduanya mengusung visi pembangunan “mBATU SAE” yang berorientasi pada kota yang madani, berkelanjutan, agrokreatif, terpadu, unggul, sinergi, akomodatif, dan ekologis.

Dalam refleksi satu tahun kepemimpinan tersebut, Pemkot Batu memaparkan sejumlah capaian pembangunan yang mulai terlihat di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga infrastruktur. Program-program tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan visi Mbatu Sae menuju Generasi Emas 2045, dengan fokus pada pembangunan berbasis sumber daya manusia dan sumber daya alam yang berkelanjutan.

Di sektor pendidikan, salah satu program unggulan yang dijalankan adalah Program Seribu Sarjana. Sepanjang 2025, pemerintah kota telah memfasilitasi 271 mahasiswa asal Kota Batu untuk mengakses pendidikan tinggi melalui kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi. Dukungan pendidikan juga diberikan melalui insentif bagi tenaga pendidik keagamaan, hibah untuk Madrasah Diniyah dan BPPDGS, penguatan SMK Kesenian, hingga pengembangan industri kreatif.

Sementara itu, di bidang kesehatan, Pemkot Batu memperkuat layanan kesehatan dasar melalui optimalisasi Unit Pelayanan Kesehatan Desa dan Kelurahan (UPKDK), Puskesmas Pembantu, serta Polindes. Pemerintah juga memastikan ketersediaan tenaga dokter agar masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan secara lebih dekat. Selain itu, kerja sama dengan Rumah Sakit Baptis Batu juga dilakukan untuk menghadirkan layanan ramah lansia sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

Penguatan perlindungan sosial juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Sejumlah program yang dijalankan antara lain subsidi air bersih bagi masyarakat non-usaha, pembebasan biaya air bagi warga prasejahtera, subsidi listrik untuk tempat ibadah, insentif petugas pelayanan masyarakat, bantuan BPJS Ketenagakerjaan, serta insentif bagi penyandang disabilitas. Pemerintah juga memperkuat bagi hasil bagi pemerintah desa guna mendorong pembangunan di tingkat desa.

Di sektor ekonomi, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Batu tercatat mencapai Rp209,9 miliar. Pemerintah kota juga membentuk delapan Koperasi Daerah Merah Putih sebagai upaya memperkuat ekonomi berbasis komunitas. Selain itu, misi dagang hortikultura dan UMKM dengan Kota Ternate dilakukan untuk memperluas jaringan pasar bagi produk lokal.

Transformasi digital juga terus didorong melalui pengembangan aplikasi SIMPUL SAE serta peluncuran SIP Mobile SAE. Di sisi lain, pembangunan Mall UMKM dan PKL menjadi ruang bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang. Pemerintah juga memperkuat konsep smart and integrated farming serta mengoptimalkan peran BUMD pada sektor UMKM, pertanian, dan pariwisata.

Pada sektor infrastruktur dan lingkungan, sepanjang 2025 pemerintah telah memperbaiki sebanyak 142 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Pengelolaan sampah berbasis masyarakat juga diperkuat melalui pengembangan Rumah Kompos TPS3R Dadaprejo sebagai bagian dari komitmen mewujudkan kota yang agrokreatif dan ekologis.

Sejumlah prestasi juga berhasil diraih oleh Kota Batu selama satu tahun terakhir. Di antaranya capaian Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (IETPD) sebesar 99,3 persen, perolehan insentif fiskal sebesar Rp5,5 miliar untuk percepatan penurunan stunting, Inotek Award Jawa Timur 2025, Top 15 Inovasi Daerah, hingga berbagai penghargaan di bidang inovasi digital dan sosial budaya.

Reputasi Kota Batu juga semakin diperkuat melalui penyelenggaraan berbagai event nasional dan internasional, seperti Batu Art Carnival, Porprov Jatim, BISTF, IPAC 2025, Rock Gunung, dan ICCF.

Memasuki tahun kedua kepemimpinannya, Wali Kota Batu Nurochman menegaskan bahwa transformasi birokrasi akan menjadi agenda utama pada 2026. Ia menilai pembenahan tata kelola sumber daya manusia aparatur sipil negara (ASN) menjadi kunci keberhasilan program pembangunan.

“Yang paling mendasar harus dilakukan pada 2026 adalah transformasi birokrasi, terutama menyelesaikan persoalan tata kelola sumber daya manusia ASN. ASN merupakan instrumen utama dalam mewujudkan visi-misi,” ujar Nurochman.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antarorganisasi perangkat daerah (OPD) agar tidak terjadi ego sektoral dalam pelaksanaan program pembangunan.

Menurutnya, seluruh perencanaan dan penganggaran harus mengacu pada dokumen RPJMD dan RKPD agar penggunaan anggaran lebih tepat sasaran dan fokus pada program prioritas.

Untuk mendukung pelaksanaan visi Mbatu Sae, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp36 miliar pada tahun 2026. Hingga Februari 2026, anggaran tersebut masih dalam proses berjalan dan diharapkan dapat terserap secara optimal.

Menutup kegiatan refleksi tersebut, Nurochman mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi membangun Kota Batu. Ia menegaskan bahwa berbagai capaian yang diraih selama satu tahun terakhir merupakan hasil kerja bersama seluruh komponen pemerintah dan masyarakat.

“Pencapaian yang kita raih merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur yang telah mencurahkan pengabdian terbaik bagi Kota Batu. Tanpa kerja keras dan kebersamaan, semua itu tidak mungkin terwujud,” pungkasnya.(den)

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button