Jawa TimurProbolinggo

Heboh! 500 Guru RA Kota Probolinggo Tumpah Ruah di GOR Mastrip, Halal Bihalal IGRA Penuh Semangat dan Prestasi

BeritaNasional.ID, PROBOLINGGO JATIM – Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan mewarnai kegiatan Halal Bihalal Keluarga Besar Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kota Probolinggo bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama setempat. Kegiatan yang diikuti lebih dari 500 peserta itu digelar di GOR Mastrip, Kecamatan Kedopok, Sabtu (18/4) pagi.

Acara berlangsung khidmat sejak awal. Lantunan ayat suci Alquran membuka rangkaian kegiatan, dilanjutkan dengan pembacaan selawat oleh tim hadrah yang diikuti seluruh peserta. Para guru yang mengenakan busana muslim putih tampak kompak mengibarkan bendera merah putih, menambah semarak suasana kebersamaan.

Kepala Kementerian Agama Kota Probolinggo Didik Kurniawan memberikan apresiasi kepada jajaran Pengurus Daerah IGRA atas komitmen mereka dalam meningkatkan mutu pendidikan anak usia dini, khususnya di lingkungan Raudhatul Athfal (RA).

Menurutnya, para guru RA memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi sejak usia dini.

“Di bawah Kementerian Agama, para guru RA memiliki kontribusi besar terhadap pendidikan anak bangsa. Kami akan terus mendukung peningkatan kompetensi guru serta penguatan kelembagaan pendidikan keagamaan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bunda PAUD Kota Probolinggo, dr. Evariani juga menyerahkan penghargaan kepada dua peserta didik berprestasi. Mereka adalah Khoirina Zaida Lathifah Zain dari RA Nurul Islam yang meraih Juara I Lomba Tahfidz Al-Qur’an Surat An-Naba pada ajang Gerakan Nasional Cinta Alquran (Gernas CintaQu) Part 3 tingkat Jawa Timur tahun 2026, serta Ana Farida dari RA Intisyarul Ulum yang masuk Terbaik 7 Lomba Tahfidzul Qur’an Gema Ramadan tingkat nasional tahun 2026.

Usai kegiatan, Bunda PAUD dr. Evariani menegaskan bahwa tugas seorang guru tidaklah mudah. Seorang pendidik dituntut memiliki kemampuan yang beragam, mulai dari mengelola emosi, pikiran, hingga tetap memberikan pelayanan pendidikan terbaik dalam berbagai kondisi.

Menurutnya, guru PAUD harus mampu memahami karakter setiap anak sekaligus terus berinovasi mengikuti perkembangan zaman.

“Guru PAUD tidak boleh berhenti berinovasi. Di era digital seperti sekarang, teknologi harus dimanfaatkan secara positif untuk membantu pola asuh dan proses pembelajaran anak,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa masa usia dini merupakan fase penting dalam pembentukan karakter anak. Dalam pandangannya, anak ibarat gelas kosong yang akan terisi sesuai dengan lingkungan di sekitarnya.

“Keberhasilan anak tidak hanya ditentukan di sekolah, tetapi juga di rumah. Pondasi pertama pendidikan anak tetap berasal dari orang tua,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pemerintah saat ini juga berupaya meningkatkan kualitas generasi melalui berbagai program, mulai dari peningkatan kompetensi guru, penguatan literasi bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, hingga peningkatan gizi anak melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurutnya, momentum kebersamaan seperti halal bihalal tersebut harus dimanfaatkan untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, tenaga pendidik, serta seluruh pemangku kepentingan dalam memajukan dunia pendidikan di Kota Probolinggo.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua MUI Kota Probolinggo M. Sulthon, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kemenag Siti Raudlatul Jannah, pengurus IGRA, serta perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo.

(Yul/Bernas)

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button