BondowosoDaerahHeadlineJawa Timur

Kini PCNU Dikendalikan Kyai dan Doktor

BeritaNasional.ID, BONDOWOSO JATIM – Suksesi kepemimpinnan di tubuh PCNU Kabupaten Bondowoso berjalan dengan aman, lancar, dan tertib. Tidak ada huru hara apalagi keributan walau ada perbedaan.

Pantauan BeritaNasional.ID, setelah KH. Abd. Qodir Syam terpilih menjadi Ketua Syuriyah menggantikan KH. Junaidi Mu’thi, dilanjutkan dengan pemilihan Ketua Tanfidiyah. Dari 6 Doktor kader NU, hanya dua yang maju sebagai kandidat.

Keduanya adalah Dr. H. Syaiful Bahar, MSi dan Dr. H. Mas’ud Ali. Bahar dan Mas’ud memperebutkan 22 suara Ketua Tanfidiyah MWC NU se-Kabupaten Bondowoso. Dalam Tatib disebutkan, apabila kandidat mendapat suara kurang dari 7, maka tidak boleh melanjutkan pencalonan.

Pemilihan Ketua Tanfdiyah sangat sederhana, seluruh Ketua Tanfidiyah MWC digeser ke depan podimum, duduk di kursi yang sudah disiapkan Panitia. Kemudian, pimpinan sidang menawarkan, apakah dalam pemilihan menggunakan system voting atau pemilihan.

Mayoritas Ketua MWC sepakat voting. Satu persatu pemilih diminta menyebutkan nama yang akan dijadikan Ketua Tanfdiyah PCNU. Namun, pada giliran ketiga, Ketua MWC Botolinggo minta menggunakan system pemilihan.

Langsung saja pimpinan sidang menyiapkan perangkat pemilihan. Mulai dari table exel di layar, kertas kecil, tempat mencoblos, dan kotak suara. Satu-persatu Ketua MWC dipanggil sambil dipandu Panitia.

Setelah pemilihan berahir, Dr. H. Syaiful Bahar, MSi mendapat 19 suara sedangkan Dr. H. Mas’ud Ali didukung oleh 3 MWC. Dengan demikian, yang berhak maju pada pemilihan berikutnya, sekaligus yang dipercaya menjadi Ketua Tanfidiyah PCNU adalah Bahar.

Sesuai aturan, Ketua Tanfidiyah terpilih harus mendapat persetujuan dari Ketua Syuriyah. “Karena pemilihan sudah sesuai dengan AD/ART NU, maka kami menyetujui Mas Bahar sebagai Ketua Tanfidiyah,” jelasnya. Syamsul Arifin/Bernas

 

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button