DPRD Prov SulbarPolewali MandarSulawesi Barat

Fahry Fadly Temui Warga Saat Reses, Infrastruktur Dasar Dominasi Usulan Masyarakat

BeritaNasional.ID POLMAN SULBAR–Ketua DPRD Polewali Mandar, Fahry Fadly, menyerap langsung berbagai aspirasi masyarakat saat menggelar kegiatan reses di Desa Katumbangan Lemo dan Desa Baru, Kamis (18/6/2026). Dalam dialog yang berlangsung terbuka tersebut, persoalan infrastruktur menjadi isu yang paling banyak disampaikan warga.

Perbaikan jalan mendominasi usulan masyarakat, disusul kebutuhan pembangunan jembatan, drainase, jaringan irigasi pertanian, hingga penyediaan sarana air bersih yang dinilai masih menjadi kebutuhan mendesak di sejumlah wilayah.

Kegiatan reses ini merupakan bagian dari pelaksanaan tugas dan fungsi DPRD dalam menyerap aspirasi masyarakat di daerah pemilihan. Melalui pertemuan langsung dengan warga, berbagai persoalan dan kebutuhan pembangunan dapat diidentifikasi sebagai bahan dalam pelaksanaan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan.

Masyarakat berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih terhadap pembangunan infrastruktur dasar yang memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, serta mobilitas warga.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Fahry Fadly menegaskan bahwa seluruh masukan masyarakat akan menjadi perhatian dan diperjuangkan dalam pembahasan bersama pemerintah daerah.

“Kami hadir untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat. Semua aspirasi yang disampaikan akan kami catat dan perjuangkan agar dapat masuk dalam program pembangunan daerah sesuai skala prioritas dan kemampuan anggaran,” ujarnya di hadapan warga.

Menurut Fahry, perbaikan jalan menjadi salah satu kebutuhan yang paling mendesak karena berkaitan erat dengan aktivitas dan produktivitas masyarakat sehari-hari.

“Jalan yang baik akan mendukung pertumbuhan ekonomi, mempermudah akses pendidikan dan layanan kesehatan, serta meningkatkan konektivitas antarwilayah. Karena itu, usulan terkait perbaikan jalan menjadi salah satu prioritas yang akan kami kawal,” katanya.

Selain persoalan infrastruktur, warga juga menyampaikan sejumlah aspirasi lainnya, mulai dari peningkatan kualitas layanan pendidikan dan kesehatan, dukungan bagi sektor pertanian dan perikanan, penguatan pelaku UMKM, penyaluran bantuan sosial yang tepat sasaran, hingga perluasan kesempatan kerja.

Fahry menegaskan, reses bukan hanya agenda formal yang dilaksanakan setiap masa sidang, melainkan sarana penting untuk memastikan suara masyarakat dapat tersampaikan dan menjadi dasar dalam perumusan kebijakan pembangunan daerah.

“Reses adalah jembatan antara masyarakat dan pemerintah. Kami berkomitmen mengawal setiap aspirasi agar dapat ditindaklanjuti secara bertahap melalui program pembangunan yang berkelanjutan dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button