DaerahEkonomiHeadlineHukum & KriminalJawa TimurRagamSitubondoTNI Dan Polri

Petani di Situbondo Gagal Panen 2,4 Hektare, Diduga Terdampak Limbah Pabrik Gula, Kerugian Capai Rp 51 Juta

BeritaNasional,id, SITUBONDO — Seorang petani di Desa Wringin Anom, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, mengalami gagal panen setelah lahan pertaniannya diduga tercemar limbah pabrik gula.

Petani tersebut, Suroto (65), warga Dusun Barat Kebun RT 02 RW 02, mengaku lahan seluas 2,4 hektare yang ditanami padi dan jagung tidak dapat dipanen akibat aliran air yang tercemar limbah.

“Dampaknya dari limbah pabrik gula, berupa kotoran dan ampas yang masuk ke saluran air,” ujar Suroto saat ditemui, Kamis (6/8/2026).

Menurutnya, limbah tersebut berasal dari aliran air milik pabrik gula yang dalam perjalanannya bercampur dengan saluran irigasi pertanian warga.

Padahal, kata dia, pabrik memiliki jalur aliran air sendiri. Namun, di lapangan, aliran tersebut diduga menyatu dengan irigasi yang digunakan petani.

Suroto menjelaskan, dirinya telah dua kali mencoba menanam di lahan tersebut. Namun, kedua percobaan itu berakhir gagal karena tanaman mati sebelum masa panen.

“Sudah dua kali tanam, tetap mati. Di dalam tanah itu isinya ampas dari pabrik,” ungkapnya.

Akibat kejadian tersebut, Suroto memperkirakan mengalami kerugian hingga Rp 51,8 juta. Kerugian itu mencakup biaya tanam hingga operasional lahan yang tidak menghasilkan.

Ia menambahkan, setidaknya ada dua hingga tiga petani lain yang juga terdampak, meski kondisi lahannya tidak separah miliknya.

Kasus ini kemudian dilaporkan Suroto ke Kepala Desa Wringin Anom, Miskali, dengan didampingi anggota LSM LIRA Amir serta pegiat media sosial Tekos Sosial atau yang dikenal dengan Pepeng.

Laporan tersebut bertujuan untuk meminta mediasi antara petani dengan pihak Pabrik Gula Wringin Anom agar permasalahan dapat diselesaikan.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak pabrik gula terkait dugaan pencemaran limbah tersebut.

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button