DaerahHeadlineJawa TimurRagamSitubondo

Harhubnas ke-55, Bupati Situbondo Dorong Pengembangan Panarukan Dan Rute Jangkar-Buleleng Bali

BeritaNasional.id, SITUBONDO – Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo mendorong kawasan Panarukan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, dikembangkan menjadi salah satu destinasi wisata berbasis budaya dan sejarah.

Hal tersebut disampaikan Rio saat menghadiri kegiatan dalam rangka Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) ke-55 yang digelar di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Panarukan, Jumat (18/9/2026).

Menurut Rio, pengembangan Panarukan tidak hanya berkaitan dengan sektor pariwisata, tetapi juga transportasi, sejarah, ekonomi, dan sosial masyarakat.

“Panarukan akan menjadi salah satu destinasi budaya, sejarah, kemudian wisata juga dengan konsep Anyer-Panarukan yang sudah dibuatkan MoU-nya dengan Kabupaten Serang,” kata Rio.

Ia mengatakan, sejumlah kawasan di sekitar pelabuhan Panarukan nantinya dapat dimanfaatkan sebagai lokasi pendukung pengembangan destinasi tersebut.

Rio bahkan menyebut kawasan dermaga Panarukan memiliki pemandangan yang menarik untuk dikembangkan menjadi salah satu spot wisata.

“Menurut saya secara subjektif, view di dermaga Panarukan ini yang paling bagus. Ketika jam 5 sore, ketika para nelayan itu pulang kerja, pulang ke rumahnya, itu menurut saya view yang paling bagus,” ujarnya.

Libatkan banyak pihak
Mas Rio menekankan pengembangan sektor transportasi dan wisata di Situbondo membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.

Ia menyebut KSOP, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Satpol Airud, TNI AL, kepolisian, pengguna jasa transportasi, sopir bus hingga nelayan dapat dilibatkan dalam berbagai program.

“Semua harus diajak berkolaborasi. Ada nelayan, TNI AL, pengguna jasa, sopir bus, semuanya bisa dilibatkan,” kata dia.

Selain pengembangan Panarukan, Pemerintah Kabupaten Situbondo juga tengah menggagas sejumlah jalur transportasi alternatif untuk membuka akses masyarakat. Rio mengatakan, salah satu rute yang sedang dikaji adalah akses dari Besuki menuju Badran, Besuki-Pasir Putih, hingga Pasir Putih-Baluran.

“Kami juga sedang menggagas bagaimana jalur-jalur alternatif jalan darat. Itu juga bisa kita inisiasi menjadi sebuah kebijakan yang real,” katanya.

Ia mencontohkan akses Curah Suri menuju Kalisari yang menurutnya dapat dibuka untuk mempermudah mobilitas masyarakat.

“Kemarin saya naik motor dari Curah Suri sampai ke Kalisari, tidak ada jalan itu. Nah, kalau itu ada jalan, saya kira juga akan mempermudah akses masyarakat,” ujar Rio.

Siapkan rute Jangkar-Buleleng
Selain transportasi darat, Pemkab Situbondo bersama sejumlah pihak juga tengah menggagas pembukaan rute transportasi laut dari Pelabuhan Jangkar menuju Celukan Bawang, Buleleng, Bali.

Mas Rio mengatakan, rute tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengurai kepadatan kendaraan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.

“Untuk apa tujuannya? Untuk mengurai kemacetan yang terjadi di Ketapang,” katanya.

Mas Rio mengatakan, dirinya bersama Kepala Dinas Perhubungan Situbondo dan pihak terkait dijadwalkan berangkat ke Buleleng pada 22 September 2026.

Pertemuan tersebut akan membahas tindak lanjut rencana konektivitas transportasi laut Jangkar-Celukan Bawang,”Mudah-mudahan inisiasi ini bisa berjalan dengan lancar. Paling tidak Desember nanti sudah ada kapal yang membawa mobil-mobil dari Jangkar ke Buleleng,” ujarnya.

Kepala KSOP Kelas IV Panarukan Herland Aprilyanto mengatakan, Pelabuhan Jangkar memang tengah disiapkan untuk mendukung layanan kapal penyeberangan.
“Untuk Pelabuhan Jangkar memang kita siapkan untuk pelabuhan kapal penyeberangan. Memang ada salah satu pelabuhannya masih berproses untuk antisipasi terkait dengan penambahan fasilitas pelabuhan,” kata Herland.

Menurut dia, penambahan fasilitas diperlukan agar pelabuhan dapat berfungsi secara optimal sekaligus mendukung upaya mengurangi kepadatan di Pelabuhan Ketapang.

“Sehingga nantinya pelabuhan itu bisa optimal berfungsi dan bisa mengurai kepadatan daripada Ketapang-Gilimanuk,” ujarnya.

Angkat kembali sejarah Anyer-Panarukan
Rio juga ingin sejarah pembangunan Jalan Raya Pos Anyer-Panarukan tidak hanya dilihat dari sisi kelam masa kolonial.

Ia mengatakan, pembangunan jalan tersebut memang menyimpan sejarah kelam karena banyak korban jiwa dalam proses pembangunannya.

Namun, menurut Rio, terdapat pula sisi sejarah yang dapat dikembangkan sebagai bagian dari identitas dan potensi ekonomi masyarakat.

“Anyer-Panarukan itu berbicara soal konsepsi ekonomi, sejarah dan sosial,” kata Rio.

Ia mengatakan, Pemkab Situbondo tengah menyiapkan gagasan festival yang berkaitan dengan sejarah dan rute Anyer-Panarukan yang akan melibatkan berbagai pihak nantinya dalam kegiatan tersebut.

Mas Rio menilai keberadaan Panarukan sebagai titik akhir Jalan Raya Pos memiliki nilai sejarah yang penting bagi Situbondo.”Sampai sekarang Anyer-Panarukan tetap menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Indonesia, khususnya Jawa. Dan kita bersyukur Panarukan menjadi titik akhir dari proyek strategis ini,” katanya.

Ia berharap sejarah tersebut dapat dikemas menjadi potensi wisata sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat,”Saya minta kesiapan kita untuk menyambut Anyer-Panarukan ini. Dan saya yakin ini akan menaikkan kelas Situbondo,” ujar Rio.

Kegiatan Harhubnas ke-55 di KSOP Kelas IV Panarukan tersebut turut melibatkan sekitar 300 peserta dan berbagai unsur, di antaranya Satpol Airud, Satlantas Polres Situbondo, Dinas Perhubungan Situbondo, Jukir, petugas PJU, Satpol PP, Damkar, Pertamina Kalbut, BPBD Kabupaten Situbondo, Tagana serta unsur terkait lainnya.

Herland menambahkan, momentum Harhubnas menjadi kesempatan untuk memperkuat sinergi antarlembaga, khususnya dalam menjaga keselamatan dan keamanan pelayaran.

“Kami sangat senang di Harhubnas tahun 2026 yang ke-55 ini, Kabupaten Situbondo bersinergi dengan semua instansi, khususnya maritim, TNI, Polri dan Dinas Perhubungan, Ke depan, keselamatan dan keamanan pelayaran tidak hanya menjadi tanggung jawab KSOP, tetapi semua pihak bisa mendukung,” imbuhnya.

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button