Dinas Peternakan Rote Ndao Dukung Program PKM Undana, 200 Ayam Petelur Disalurkan ke Jemaat Landu Selatan

BeritaNasional.ID, ROTE NDAO – Universitas Nusa Cendana (Undana) terus memperkuat peran perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM).
Salah satu program yang kini menyentuh masyarakat di Kabupaten Rote Ndao adalah “Pemberdayaan Jemaat Melalui Budidaya Ayam sebagai Sumber Gizi dan Pendapatan Keluarga.”
Program tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi Undana bersama Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT), pemerintah daerah, serta masyarakat penerima manfaat.
Sebagai tindak lanjut program, Ketua Tim PKM Undana Prof. Dr. drh. Annytha I.R. Detha, M.Si., didampingi anggota tim drh. Nemay A. Ndaong, M.Sc., bersama sejumlah anggota tim lainnya, turun langsung ke GMIT Klasis Rote Timur, Jemaat Landu Selatan Mata Jemaat Ebenhaezer Ruinalakan, Desa Bolatena, Kecamatan Landu Leko, Kabupaten Rote Ndao, Jumat, 2 Oktober 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Tim PKM Undana menyerahkan 200 ekor ayam petelur kepada kelompok penerima manfaat di lingkungan jemaat.
Bantuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha peternakan ayam petelur secara produktif, sekaligus menyediakan sumber protein hewani bagi keluarga.
Program ini tidak sekadar berorientasi pada pemberian bantuan ternak. Undana juga memberikan pendampingan dan edukasi kepada masyarakat mengenai pengelolaan serta pemeliharaan ayam agar bantuan yang diberikan dapat berkembang dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Kepala Bidang Perbibitan Dinas Peternakan Kabupaten Rote Ndao, Marianus Yohanis Foesh, menyambut positif program pemberdayaan tersebut.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Rote Ndao melalui Dinas Peternakan siap memberikan pendampingan kepada kelompok penerima bantuan.
Menurutnya, pendampingan penting dilakukan agar ternak yang diberikan dapat dipelihara dengan baik dan berkembang menjadi usaha produktif masyarakat.
“Dinas Peternakan akan mendampingi kelompok yang mendapat bantuan ternak dan kami akan terus memonitor perkembangan ayam tersebut,” ujarnya.
Ia mengatakan, pemerintah daerah juga melihat program tersebut sebagai peluang untuk memperkuat kerja sama antara pemerintah, perguruan tinggi dan masyarakat.
Marianus menyampaikan apresiasi kepada Undana, khususnya Tim PKM yang telah memberikan bantuan kepada kelompok masyarakat di wilayah jemaat.
Ia berharap bantuan tersebut dapat memberikan dampak terhadap peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat penerima.
Menurutnya, pemerintah daerah terbuka terhadap peluang kolaborasi lanjutan dengan Undana, khususnya dalam bidang peternakan.
Marianus menegaskan bahwa program budidaya ayam petelur tersebut menjadi sebuah pengalaman baru bagi jemaat.
Ia menyebut pengembangan ayam petelur di wilayah tersebut masih tergolong baru sehingga masyarakat memiliki kesempatan untuk belajar dan mengembangkan keterampilan beternak.
Karena itu, masyarakat diminta tidak melihat bantuan tersebut semata-mata sebagai pemberian, tetapi sebagai amanah yang harus dikelola secara serius.
“Kalau sesuatu diberikan tanpa usaha, kita bilang kita dapat. Tetapi karena ini konsepnya pemberdayaan, kita harus punya rasa tanggung jawab dan kesungguhan untuk mengurusnya supaya berhasil, berdampak, bahkan bisa berbuah,” katanya.
Ia menegaskan, keberhasilan kelompok dalam mengelola 200 ekor ayam tersebut akan menjadi bagian penting dalam menentukan keberlanjutan program.
Jika dikelola dengan baik dan menunjukkan hasil, bukan tidak mungkin kerja sama dan dukungan dari berbagai pihak dapat terus berkembang.
“Kalau ini baik, kemitraan ini terus terjaga. Kalau hari ini kita dapat 200, besok-besok karena dilihat kita punya kesungguhan hati dalam mengurus, kita bisa dapat lagi ataupun mendapatkan hal lain dalam kemitraan yang sama dengan Undana,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Undana dan seluruh pihak yang telah mendukung program pemberdayaan tersebut.
Kehadiran Tim PKM Undana juga dimanfaatkan masyarakat untuk mendapatkan pengetahuan mengenai tata kelola peternakan ayam petelur.
Masyarakat diberikan kesempatan untuk berkonsultasi langsung dengan tim yang memiliki kompetensi di bidang peternakan dan kesehatan hewan.
Berbagai aspek menjadi perhatian, mulai dari pemberian pakan, air minum, pencahayaan, pemeliharaan, kesehatan ayam hingga pengelolaan hasil produksi.
Hal tersebut dinilai penting karena budidaya ayam petelur membutuhkan penanganan yang konsisten agar ternak dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan telur secara optimal.
Masyarakat juga didorong untuk tidak takut bertanya dan belajar dari pengalaman selama menjalankan usaha peternakan tersebut.
Dengan demikian, bantuan 200 ekor ayam tidak berhenti sebagai bantuan ternak, tetapi menjadi sarana transfer pengetahuan dan teknologi dari perguruan tinggi kepada masyarakat.
Program pemberdayaan jemaat melalui budidaya ayam tersebut sebelumnya diawali dengan kegiatan diseminasi di Aula Rektorat Undana pada 22 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri Rektor Undana Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., Ketua Majelis Sinode GMIT Pdt. Samuel Banyamin Pandie, S.Th., serta Bupati Kupang Yosef Lede, S.H.
Program tersebut dirancang sebagai bentuk kolaborasi untuk meningkatkan ketersediaan protein hewani bagi masyarakat, mendukung upaya pencegahan dan pengentasan stunting, sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan keluarga.
Melalui budidaya ayam petelur, masyarakat diharapkan dapat memperoleh manfaat ganda.
Di satu sisi, telur dapat menjadi sumber protein hewani bagi keluarga. Di sisi lain, kelebihan produksi dapat dikembangkan menjadi komoditas ekonomi yang memberikan tambahan pendapatan.
Program PKM Undana ini menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat membutuhkan lebih dari sekadar penyaluran bantuan.
Ada proses pendampingan, transfer pengetahuan, monitoring dan penguatan kapasitas masyarakat agar mampu mengelola bantuan secara mandiri.
Bagi Jemaat Ebenhaezer Ruinalakan, 200 ekor ayam petelur tersebut menjadi titik awal untuk membangun usaha peternakan yang diharapkan terus berkembang.
Dukungan Dinas Peternakan Kabupaten Rote Ndao dan pendampingan Tim PKM Undana diharapkan dapat membantu kelompok menghadapi berbagai tantangan dalam proses pemeliharaan.
Jika dikelola secara serius, program tersebut berpotensi tidak hanya memenuhi kebutuhan protein keluarga, tetapi juga menciptakan sumber pendapatan baru bagi jemaat.
Undana melalui program tersebut sekaligus menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pengabdian yang berdampak langsung bagi masyarakat, dengan menghubungkan pengetahuan perguruan tinggi, dukungan pemerintah, kekuatan kelembagaan gereja dan partisipasi masyarakat.*
Alberto



