Nusa Tenggara Timur

Dua Tahun Berturut-turut, Dosen Undana Redi Kristian Pingak Masuk Top 2% Ilmuwan Dunia Bidang Fisika

 

BeritaNasional.ID, KUPANG – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Universitas Nusa Cendana (Undana). Redi Kristian Pingak, S.Si., M.Sc., Ph.D. (cand.), dosen tetap Program Studi Fisika, Fakultas Sains dan Teknik (FST) Undana, kembali masuk dalam daftar World’s Top 2% Scientists di bidang Fisika pada 2026.

Pencapaian ini menjadi istimewa karena Redi berhasil mempertahankan pengakuan tersebut selama dua tahun berturut-turut, setelah sebelumnya masuk dalam daftar ilmuwan berpengaruh dunia itu pada 2025.

Keberhasilan tersebut sekaligus menjadi kebanggaan bagi Undana dan menunjukkan kontribusi akademisi Indonesia dalam perkembangan ilmu pengetahuan di tingkat internasional, khususnya dalam bidang Fisika.

Dalam wawancara pada Selasa (13/10/2026), Redi menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan atas pencapaian yang kembali diraihnya. Ia menegaskan bahwa prestasi tersebut bukan semata-mata hasil kerja individu, melainkan buah dari kerja keras, dedikasi, dan kolaborasi tim peneliti.

“Puji syukur kepada Tuhan, tahun ini saya kembali masuk ke dalam daftar Top 2% Ilmuwan Dunia di bidang Fisika. Ini adalah tahun kedua berturut-turut saya menerima penghargaan ini setelah tahun lalu juga masuk dalam daftar yang sama,” ungkap Redi.

Menurutnya, penelitian yang berkualitas dan berdampak membutuhkan kerja sama yang kuat antara para peneliti. Kolaborasi menjadi bagian penting dalam menghasilkan karya ilmiah yang mampu memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan.

Karena itu, Redi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh anggota tim peneliti yang telah bekerja bersama dalam berbagai kegiatan penelitian.

“Bagi saya, ini adalah hasil kerja keras tim, bukan pencapaian individu. Saya ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh tim peneliti atas kerja sama yang luar biasa. Tanpa kolaborasi yang kuat, riset berdampak ini tidak akan pernah terwujud,” katanya.

Di balik pencapaian tersebut, Redi juga menyoroti pentingnya dukungan institusi dan lembaga pendanaan dalam mendorong produktivitas penelitian.

Ia menyampaikan terima kasih kepada Universitas Nusa Cendana dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) atas dukungan berupa fasilitas dan dana penelitian.

Menurutnya, dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam menunjang kegiatan akademik dan penelitian, sehingga para peneliti dapat terus mengembangkan gagasan, menghasilkan karya ilmiah, serta memperluas kontribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan.

Redi juga menyampaikan apresiasi kepada Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) atas dukungan finansial yang diberikan untuk penelitian doktoralnya.

Dukungan pendanaan pendidikan dan penelitian dinilai memiliki peran strategis dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia Indonesia, termasuk mendorong lahirnya peneliti yang mampu bersaing di tingkat global.

Bagi Redi, keberhasilan seorang akademisi tidak hanya diukur dari pencapaian pribadi, tetapi juga dari kemampuan membangun kolaborasi, mengembangkan penelitian, dan memberikan inspirasi bagi generasi berikutnya.

Sebelumnya, pada 2025, Redi Kristian Pingak juga masuk dalam daftar World’s Top 2% Scientists yang disusun melalui kolaborasi Stanford University dan Elsevier.

Daftar tersebut memetakan ilmuwan berdasarkan dampak karya ilmiah mereka, dengan menggunakan indikator bibliometrik yang bersumber dari basis data publikasi dan sitasi ilmiah, termasuk Scopus.

Sejumlah indikator yang digunakan mencakup jumlah sitasi, indeks-h, serta ukuran lain yang menggambarkan produktivitas dan pengaruh publikasi seorang peneliti.

Pemeringkatan ini menjadi salah satu rujukan untuk melihat kontribusi ilmuwan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan melalui publikasi yang dihasilkan dan dirujuk oleh komunitas akademik.

Keberhasilan Redi kembali masuk dalam daftar tersebut pada 2026 memperkuat catatan prestasinya sebagai akademisi Undana yang memperoleh pengakuan dalam pemetaan ilmuwan berpengaruh dunia.

Meski demikian, pengakuan tersebut tidak terlepas dari kerja kolektif para peneliti serta dukungan institusi yang memungkinkan kegiatan penelitian terus berjalan dan berkembang.

Redi berharap pencapaian yang diraihnya dapat menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda Indonesia, khususnya mahasiswa dan peneliti muda, agar tidak ragu mengembangkan potensi melalui penelitian dan inovasi.

Ia meyakini bahwa ilmuwan Indonesia memiliki kemampuan untuk bersaing dan memberikan kontribusi nyata dalam perkembangan sains internasional.

Menurutnya, konsistensi, kerja keras, keterbukaan terhadap kolaborasi, dan kemauan untuk terus belajar merupakan bagian penting dalam membangun karier akademik dan menghasilkan penelitian yang bermanfaat.

“Saya berharap capaian ini dapat menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda Indonesia, khususnya para peneliti muda dan mahasiswa. Kita dapat membuktikan bahwa ilmuwan Indonesia mampu bersaing dan memberi warna di panggung sains internasional,” ujarnya.

Ia pun mengajak generasi muda untuk terus mengembangkan pengetahuan, berani melakukan penelitian, serta menghasilkan inovasi yang dapat menjawab berbagai tantangan pembangunan.

“Teruslah meneliti, berinovasi, dan berkarya untuk kemajuan bangsa,” pesannya.(*)

Alberto

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button