Prodi PPKn FKIP Undana Sukses Gelar CCP Jilid V, SMP Katolik St. Theresia Kupang Raih Juara

BeritaNasional.ID, KUPANG – SMP Katolik St. Theresia Kupang Tim A berhasil keluar sebagai juara pertama dalam Lomba Cerdas Cermat Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Jilid V yang diselenggarakan Program Studi PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Nusa Cendana (Undana).
Kompetisi yang berlangsung pada 13–15 Oktober 2026 ini diikuti 36 tim dari 25 sekolah yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Pulau Timor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Babak final sekaligus penutupan kegiatan berlangsung di Aula Lantai II FKIP Undana, Kamis (15/10/2026).
Mengusung tema “Civic Literacy: Membangun Nalar Kritis yang Cerdas, Berkonstitusi, dan Berkarakter Unggul”, kegiatan ini menjadi ruang bagi para pelajar untuk menguji kemampuan akademik, memperluas wawasan kebangsaan, serta memperkuat pemahaman terhadap Pancasila dan konstitusi negara.
Berdasarkan hasil akhir perlombaan, SMP Katolik St. Theresia Kupang Tim A menempati posisi pertama. Juara kedua diraih SMP Katolik Sint Vianney Soe Tim A, sedangkan juara ketiga diraih SMP Katolik St. Yoseph Naikoten Kupang Tim B. Adapun juara harapan pertama diraih SMP Katolik St. Theresia Tim B.
Persaingan berlangsung ketat sejak babak penyisihan hingga final. Dari 36 tim peserta, panitia menyaring 16 tim terbaik untuk melanjutkan kompetisi. Selanjutnya, para peserta kembali bersaing hingga tersisa delapan tim yang berlaga pada tahapan akhir.
Koordinator Program Studi PPKn Undana, Fredik Lambertus Kollo, S.Pd., M.Pd., mengatakan, penyelenggaraan lomba cerdas cermat tersebut merupakan komitmen program studi untuk meningkatkan literasi kewarganegaraan di kalangan generasi muda.
Menurut Fredik, kegiatan yang kini memasuki jilid kelima ini terus mengalami perkembangan, terutama dari sisi partisipasi sekolah dan jangkauan wilayah peserta.
Ia menjelaskan, pada pelaksanaan sebelumnya, jangkauan peserta masih terbatas pada wilayah tertentu, termasuk Kota Kupang dan Kabupaten Kupang. Namun, pada penyelenggaraan Jilid V, partisipasi semakin meluas dengan melibatkan sekolah-sekolah dari sejumlah kabupaten di daratan Timor.
Meski demikian, Kabupaten Malaka masih menjadi salah satu wilayah yang belum terjangkau. Karena itu, pihaknya berharap pada pelaksanaan berikutnya sekolah-sekolah dari wilayah tersebut dapat ikut ambil bagian.
Fredik mengapresiasi antusiasme para peserta serta dukungan guru pendamping yang dinilai berperan penting dalam mempersiapkan siswa menghadapi kompetisi.
Para guru tidak hanya mendampingi siswa selama perlombaan, tetapi juga memberikan penguatan materi dan latihan berdasarkan kisi-kisi yang telah dibagikan panitia sejak Juni 2026.
Menurutnya, dukungan tersebut menunjukkan bahwa kompetisi akademik dapat menjadi ruang kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin meningkatkan kualitas warga negara muda, baik dari aspek pengetahuan, keterampilan, maupun karakter,” demikian penegasan Fredik mengenai tujuan penyelenggaraan lomba.
Ia menambahkan, literasi kewarganegaraan tidak boleh berhenti pada kemampuan menghafal materi. Para siswa juga perlu memiliki kemampuan bernalar kritis, memahami aturan dan konstitusi, serta menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, tema Civic Literacy dipilih sebagai refleksi atas harapan Prodi PPKn Undana untuk membentuk generasi muda yang cerdas, berintegritas, dan memiliki kesadaran sebagai warga negara yang bertanggung jawab.
Fredik juga memberikan motivasi kepada peserta yang belum berhasil melaju ke babak akhir maupun meraih juara. Ia berharap pengalaman mengikuti perlombaan dapat menjadi bekal untuk memperbaiki kemampuan dan kembali berkompetisi pada tahun mendatang.
Baginya, keberhasilan kegiatan tidak hanya diukur dari siapa yang membawa pulang piala, tetapi juga dari pengalaman belajar, semangat berkompetisi secara sportif, dan peningkatan pengetahuan yang diperoleh seluruh peserta.
Di balik pelaksanaan kompetisi tersebut, mahasiswa Prodi PPKn Undana angkatan 2024 turut mengambil peran penting sebagai panitia pelaksana.
Ketua panitia menjelaskan bahwa persiapan dimulai sejak pembentukan kepanitiaan. Mahasiswa kemudian berkontribusi melalui swadaya untuk mendukung kebutuhan penyelenggaraan kegiatan.
Selain mempersiapkan teknis perlombaan, panitia juga melakukan sosialisasi secara langsung dengan mendatangi sekolah-sekolah untuk mengantarkan surat undangan peserta. Upaya tersebut telah dilakukan sejak sekitar Juni 2026 dengan menyasar sekolah-sekolah di berbagai wilayah daratan Timor.
Langkah ini dilakukan agar informasi mengenai kompetisi dapat menjangkau lebih banyak sekolah dan membuka kesempatan bagi para siswa untuk berpartisipasi.
Keterlibatan mahasiswa dalam kepanitiaan juga menjadi bagian dari pembelajaran praktis di lingkungan kampus. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman dalam mengelola acara, membangun komunikasi, bekerja sama, serta menjalankan tanggung jawab organisasi.
Dengan demikian, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi siswa peserta, tetapi juga menjadi sarana pengembangan kapasitas mahasiswa sebagai calon pendidik dan tenaga profesional di bidang pendidikan kewarganegaraan.
Prodi PPKn Undana berharap Lomba Cerdas Cermat PPKn dapat terus diselenggarakan setiap tahun dan berkembang menjadi agenda pendidikan yang semakin luas jangkauannya.
Ke depan, panitia menargetkan partisipasi sekolah dari wilayah yang belum terjangkau, termasuk Kabupaten Malaka, sekaligus membuka peluang pengembangan kategori peserta untuk jenjang sekolah menengah atas (SMA).
Fredik berharap kompetisi ini tidak berhenti pada penyelenggaraan tingkat regional, tetapi dapat dipersiapkan secara bertahap menuju skala nasional.
Target tersebut membutuhkan persiapan yang matang, dukungan berbagai pihak, serta sinergi berkelanjutan antara perguruan tinggi, sekolah, guru pendamping, dan mahasiswa.
Melalui penyelenggaraan Lomba Cerdas Cermat PPKn Jilid V, Prodi PPKn FKIP Undana ingin terus memperkuat pendidikan kewarganegaraan sekaligus menanamkan nilai-nilai Pancasila, konstitusi, sportivitas, dan karakter unggul kepada generasi muda.*
Alberto



