MajenePolitikSulawesi Barat

DPP PKB Segera Isi Kursi Ketua DPW Sulbar, Target Pecah Telur Pemilu 2029 Menguat

Beritanasional.ID MAJENE SULBAR— Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) segera menindaklanjuti kekosongan jabatan Ketua DPW PKB Sulawesi Barat pascawafatnya Annangguru KH Muhammad Syibli Sahabuddin. Pengisian posisi strategis tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan kepemimpinan, konsolidasi organisasi, dan persiapan menghadapi Pemilu 2029.

Perwakilan DPP PKB, Irdam Arsyat, menyampaikan hal itu usai membuka dan mengukuhkan pengurus dalam rangkaian Orientasi Politik dan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) PKB se-Sulawesi Barat di Gedung Pertemuan Assamleuwang, Kabupaten Majene, Kamis (29/10/2026).

Irdam menegaskan, DPP akan membentuk tim khusus untuk melakukan penilaian terhadap calon yang dinilai layak mengisi posisi Ketua DPW PKB Sulawesi Barat.

Proses tersebut menjadi kewenangan DPP dengan mempertimbangkan kebutuhan organisasi dan keberlanjutan kepemimpinan partai di daerah.

Menurutnya, peluang untuk memimpin DPW PKB Sulawesi Barat terbuka bagi kader internal yang memenuhi kriteria. Ia juga menanggapi kemungkinan adanya figur eksternal yang berminat menduduki posisi tersebut.

“Di internal PKB, semua memiliki peluang untuk dinilai dan dipertimbangkan menjadi Ketua DPW, sepanjang memenuhi kriteria dan ketentuan partai. Kalau ada pihak eksternal yang melirik kursi Ketua DPW PKB, itu juga menunjukkan bahwa PKB mendapat perhatian. Sah-sah saja, tetapi mekanisme dan keputusan tetap menjadi kewenangan DPP,” tegas Irdam.

Ia menjelaskan, kekosongan kepemimpinan tersebut akan segera ditindaklanjuti agar roda organisasi tetap berjalan dan konsolidasi partai tidak terganggu. DPP akan melakukan penilaian melalui mekanisme internal sebelum menentukan figur yang akan memimpin PKB Sulawesi Barat ke depan.

Pengisian jabatan Ketua DPW bukan sekadar pergantian kepemimpinan, melainkan juga menyangkut arah konsolidasi, penguatan struktur, serta kesiapan partai menghadapi agenda politik mendatang.

Di sisi lain, Irdam menegaskan bahwa PKB Sulawesi Barat harus menjadikan Pemilu 2029 sebagai momentum untuk meningkatkan perolehan kursi legislatif di seluruh tingkatan.

PKB menargetkan pecah telur di tingkat DPRD Provinsi Sulawesi Barat sekaligus membuka jalan untuk meraih kursi DPR RI. Selain penambahan kursi, penguatan posisi politik hingga peluang merebut kursi pimpinan legislatif juga menjadi bagian dari sasaran perjuangan partai.

“Orientasi politik dan Muskercab ini harus melahirkan langkah konkret. Kita ingin seluruh struktur bekerja dengan target yang jelas, memperkuat mesin partai, dan meningkatkan perolehan kursi pada Pemilu 2029,” ujarnya.

Ia menekankan, target tersebut tidak akan tercapai hanya melalui kegiatan seremonial. Seluruh jajaran partai harus menerjemahkan keputusan organisasi menjadi kerja nyata, memperkuat kaderisasi, membangun komunikasi dengan masyarakat, serta menjalankan tanggung jawab sesuai komitmen masing-masing.
Menurut Irdam, konsolidasi organisasi harus berjalan seiring dengan evaluasi kinerja pengurus.

Setiap tingkatan kepengurusan dituntut memiliki arah kerja dan sasaran yang terukur agar persiapan menghadapi Pemilu 2029 berlangsung lebih terencana.

Melalui Orientasi Politik dan Muskercab PKB se-Sulawesi Barat, DPP berharap konsolidasi partai semakin solid, pengisian kepemimpinan wilayah dapat segera dituntaskan, dan seluruh struktur bergerak dalam satu garis perjuangan untuk memperkuat posisi PKB di panggung politik Sulawesi Barat.

Bagi PKB, tantangan ke depan bukan hanya mengisi kekosongan jabatan Ketua DPW, tetapi juga memastikan kepemimpinan yang terbentuk mampu menggerakkan organisasi dan menerjemahkan target politik menjadi capaian nyata pada Pemilu 2029.

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button