DaerahNasionalSosialSumateraSUMUT

Pelaku UMKM dari Aceh Tamiang Bingung Cairkan BPUM Hingga ke Langkat

BeritaNasional.ID, Langkat – Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) tahap ll kembali menerima bantuan dana, sebagai pelaku usaha kecil yang terdampak Covid-19. Mereka dapat bantuan dana yang disalurkan Pemerintah Pusat melalui Bank BRI dan Bank BNI di daerah yang sudah ditunjuk, dan pencairannya diketahui pada April 2021.

Masing-masing pelaku peneri bantuan UMKM (BLT UMKM) yang terdaftar sebagai penerima Bantuan Produktif Mikro Menengah (BPUM) menerima bantuan dengan besaran per penerima Rp.1.200.000. Namun sangat disayangkan, bagi para pelaku UMKM asal Aceh ini, yang terkesan dibola-bola oleh oknum pihak bank terkait, sehingga mereka seperti terombang ambing mencari kejelasan.

Untuk mendapatkan kejelasan pencairan dananya. Para pelaku UMKM berjumlah 18 orang dari warga Paya Kulbi, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh ini, kembali mendatangi Bank BNI Unit Pangkalan Brandan, agar dapat mencairan dana Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) tahun 2021 mereka.

Sebelumnya mereka sudah melakukan pengecekan bantuan program BPUM melalui Android, dengan memasukan biodata, seperti Nomor NIK Kartu Tanda Penduduk (KTP) di ling BNI, dan dinyatakan mereka telah terdaftar sebagai penerima BPUM. Akan tetapi rekening mereka masih terblokir, dan belum dapat dicairkan.

Untuk membuka blokir pencairan uang bantuan tersebut, para penerima diisukan harus datang ke Bank BNI Unit Pangkalan Brandan. Intruksi ini dikatakan petugas Bank Syariah Indonesia (BSI) diwilayah mereka.

“Untuk pencairan dana, kami harus membuka blokir di BNI Unit Pangkalan Brandan, di Langkat, Sumut,” sebut Yusman Novita (37) warga Paya Kulbi Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, kepada wartawan, di Brandan, Senin (26/4/2021). Ibu rumah tangga ini sengaja datang di Bank Unit BNI Pangkalan Brandan, di Jalan Tamrin, Kecamatan Babalan, Langkat. Mereka yang datang berjumlah 18 orang.

Mereka mengatakan, selama ini mereka hanya menerima Informasi dari mulut ke mulut. “Kami datang Ke Bank ini sudah yang ke-3 kalinya, kata para Ibu Rumah Tangga (IRT) yang juga sebagai pelaku UMKM dari kelompok simpan pinjam Mekar.

Pertama kali datang kesini, kami diarahkan oleh Satpam harus ke BSI di Langsa. Kemudian Satpam Bank BSI disana mengarahkan kami Ke BNI Lhokseumawe. Kemudian dari Lhokseumawe, kami diarahkan lagi Ke BNI Pangkalan Brandan.

“Kami butuh kejelasan, dimana kami harus mencairkan bantuan BPUM ini. Jangan kami dibingungkan, kami dibola-bola, dari satu Bank ke Bank,” sebut mereka.

Maka hari ini, katanya, kami kembali datang ke Kantor BNI Unit Brandan, akhirnya kami dapat bertemu langsung dengan Pimpinan Bank, yakni Pak Edu, sebut mereka. Setelah mendapatkan penjelasan dari beliau, kami sangat puas. Karna selama ini kami hanya mendengar Isu yang tidak jelas, sehingga kami sempat terombang ambing, kata para Ibu Rumah Tanga (IRT) asal Aceh Tamiang.

“Manager Kantor Unit BNI Pangkalan Brandan di Ruangannya tadi sudah menjelaskan. Bahwa BNI Unit Pangkalan Brandan sampai saat ini belum mendapat petunjuk dari Bank BNI di Aceh. Oleh pimpinan BNI di Brandan, juga telah menghubungi Kantor Bank BNI Lhokseumawe, tapi alasanya, penyaluran uang UMKM untuk Daerah Aceh menurut mereka belum ada jadwalnya,” sebut mereka.

Dikatakan Yusman Novita lagi, Manager BNI dihadapan mereka juga mengecek Rekening kami, ternyata Rekening tersebut juga masih kosong. “Kami disuruh tidak usah datang lagi ke Bank BNI Unit di Brandan ini, karna kalaupun uang Ibu-ibu sudah ada, masing-masing akan dicairkan melalui Bank BNI di Aceh, kata Yusman Novita, menirukan perkataan Manager Bank BNI Unit Pangkalan Brandan, Edu.

Dari keterangan yang dihimpun awak media maupun warga, yang sempat merekam wawancara dari warga Aceh ke Medsos inipun memjadi viral, dengan maksud tujuan membantu warga agar pihak Bank dapat membantu mereka, termasuk memberikan kejelasan tentang pencairan dana bantuan tersebut ke mereka.(Reza)

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button